nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Di Ekonomi Digital, UMKM yang Go E-Commerce Akan Berkembang Pesat

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 17 November 2017 11:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 17 320 1815650 di-ekonomi-digital-umkm-yang-go-e-commerce-akan-berkembang-pesat-J50SGj9r0P.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Penetrasi ekonomi digital di Tanah Air diyakini bakal mendorong sektor perdagangan dan ritel di masa mendatang.

Hal ini didasarkan pada pertumbuhan perdagangan me lalui internet (e-commerce) yang menunjukkan tren meningkat dari tahun ke tahun. Pertumbuhan industri e-commerce ini sejalan dengan target pemerintah yang mem perkirakan nilai transaksi pe r da gang an berbasis digital bisa mencapai USD130 miliar pada 2020. Di samping itu, Indonesia juga mempu nyai visi men jadi digital nation pada dua tahun ke depan melalui 1.000 start up dari berbagai skala.

 Baca juga: Simak! Ekonomi Digital Bisa Jadi Kekuatan Baru Indonesia

Anggota Dewan Penasihat Asosiasi e-Commerce Indonesia Daniel Tu mi wa me ngatakan, industri ecommerce di Tanah Air akan menopang pertumbuhan ekonomi pada 2018. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang berpindah ke sistem online. ”UKM yang go e-commerce akan berkembang cepat, ini akan mempekerjakan tambahan orang, mereka juga akan mendapatkan tambahan uang penghasilan,” kata Daniel di Jakarta.

Bertambahnya jumlah pelaku UKM yang berjualan di lapak-lapak e-commerce diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayahnya masing-masing. Selain itu, juga akan menciptakan lowongan pekerjaan sehingga mendorong daya beli masyarakat di dae rah. ”Ke kuatan China di kelas menengah bawah, dan kita 10 tahun di belakang mereka, di harapkan ada pemerataan pemasukan melalui e-commerce,” harapnya.

 Baca juga: Kompak! Bea Cukai dan Ditjen Pajak Kerjasama Awasi E-Commerce

Daniel juga tidak mempermasalahkan maraknya produk impor yang mendominasi penjual an online di Indonesia. Menurutnya, kon su men pasti bisa menilai mana barang yang berkualitas dan tidak.

Di sisi lain, hal tersebut juga harus tetap terjangkau oleh masyarakat. ”Pedagang pasti akan melihat barang mana yang laku, mana yang tidak, produk China memang sudah 10 tahun berkembang, jadi ba rang nya se ka rang siap untuk di jual,” tutupnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, dalam lima tahun terakhir, industri perdagangan dan ritel berbasis digital mengalami pertumbuhan 12,5% per tahun. Namun, kata dia, sepanjang tahun ini pertumbuhannya baru mencapai 10,5%. ”Memang ada beberapa faktor (perlambatan), bisa juga ada yang mungkin tidak tertangkap oleh data makro,” kata Darmin.

 Baca juga: Online vs Offline, Jokowi: 35% Toko di China Sudah Tutup!

Dia menambahkan, untuk sektor ritel melalui jalur ecommerce mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan yakni hampir 30 kali lipat dalam tiga tahun terakhir ini. Meski demikian, pertumbuhannya ma sih menumpuk pada ke giatan tertentu seperti pembelian pa da barang tahan lama. ”Jadi kalau dilihat dari jenis ba rang konsumsi, tidak semua ba rang konsumsi di perda gang - kan secara online, lebih banyak produk tahan lama untuk rumah tangga,” urainya.

Menurut Darmin, penetrasi eko nomi digital juga telah me - nim b ulkan perubahan dalam ke - cen derungan konsumsi masyarakat yang mulai bergerak ke arah kegiatan waktu luang (leisure). Untuk itu, kata dia, pemerintah telah menyiapkan beberapa hal untuk masuk ke dinamika digital tersebut. Di sisi lain, pemerintah juga masih te rus menyelesaikan peralihan dari dominasi ekonomi berba sis sumber da ya alam ke manufaktur.

Perbaikan Infrastruktur

Keyakinan akan perkembangan ekonomi berbasis digital juga diyakini oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudi antara. Menurutnya, ekonomi digital bisa menjadi salah sa tu faktor yang pendorong per tumbuhan ekonomi sebesar 5,4% tahun depan. Hal ini bukan mustahil mengingat kontribusi ekonomi digital ter hadap produk domestik bruto (PDB) mencapai angka double di git dalam dua tahun terakhir. Rudiantara mengatakan, Indonesia mempunyai visi menjadi digital nation pada 2020 melalui 1.000 startup dengan valuasi bis nis sebesar USD10 miliar. Pemerintah juga menetapkan target pertumbuhan 50 e-commerce setiap tahun. ”Untuk itu, pemerintah ber upa ya menggenjot pertumbuhan start up agar bisa mendorong perekonomian nasional.

Selain itu, dalam merealisasikan target se ba gai di gi tal na t ion pada 2020, pemerintah juga menciptakan unicorn start up baru,” ujar Rudiantara.

Unicorn adalah sebutan bagi perusahaan rintisan yang memiliki valuasi lebih dari USD1 miliar atau setara Rp13,5 triliun. Menurut Rudiantara, pemerintah akan terus mendorong terciptanya unicorn baru de ngan enam rangkaian tahapan mulai dari ignitation, workshop, hackathon, bootcamp, hingga incubation.

Pria yang akrab dipanggil Chief RA itu menambahkan, pa - da 2019 pemerintah menargetkan lima startup berpredikat unicorn. Hingga saat ini telah ada tiga startup unicorn di Indonesia, yaitu Go-Jek, Tokopedia, dan Traveloka. Sementara dalam jangka panjang, Kemenkominfo telah mempersiapkan 44 startup lokal untuk menjadi Uni corn pada 2020. ”Jadi, pemilihan 44 startup ini bukan dari pemerintah, tapi ba nyak pihak, misalnya ekosistemnya,” akunya.

Pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Presiden (Per pres) No 82/2016 tentang Stra tegi Nasional Keuangan In - klu sif (SNKI). Dari sisi infrastruktur, pemerintah sedang menyelesaikan proyek Palapa Ring yang melibatkan swasta dalam pembangunannya dan akan menjadi infrastruktur bagi teknologi informasi. ”Dengan selesainya proyek Pa lapa Ring ini, infrastruktur tek nologi dan informasi akan rel atif sangat merata di seluruh Indonesia, baik dilihat dari kapasitas maupun kecepatannya, di harapkan masyarakat dan dunia usaha bisa menggunakan infrastruktur ini,” tutupnya.

CEO Indosat Ooredoo Joy Wahyudi mengatakan, perseroan sangat mendukung visi ekonomi digital 2020. Untuk itu In - do sat Ooredoo akan terus mendorong upaya pemerataan akses digital dan menjembatani literasi digital ke seluruh wilayah di Indonesia. ”Dengan didukung jaringan dan infrastruktur, ekonomi digital tentu akan tumbuh dengan backbone yang berkualitas,” harapnya. Sementara itu, CEO Buka Lapak Achmad Zaky mengakui bahwa usahanya yang telah dirintis sejak 2010 telah memiliki valuasi lebih dari USD1 miliar.

Un tuk itu, e-commerce tersebut termasuk dalam salah satu start up Unicorn baru di Indonesia, setelah Go-Jek, Traveloka, dan Tokopedia. ”Iya sudah 1 miliar (dolar), itu berasal dari investasi, tapi be lum bisa di-share siapa investornya,” kata dia. Meskipun enggan menjelaskan sumber investasinya, Zaky memastikan struktural ke pemilikan Bukalapak bukan berasal dari asing. Perusahaannya akan mempertahankan kelokalan untuk mengembang kan usaha. Di sisi lain, perseroan siap bekerja sama dengan pihak asing jika di ra sa sama-sama menguntungkan.

Harbolnas 2017

Di bagian lain, bulan depan ma syarakat akan dimanjakan de - ngan pesta diskon belanja on line da lam yang bertepatan de ngan Ha ri Belanja Online Na sio nal (Har bolnas) yang jatuh pa da 12 De sember 2017. Sebagai perbandingan, pada tahun lalu Harbolnas digelar selama ti ga hari. Pada ajang kali ini, tidak kurang dari 200 pelaku usaha ecommerce akan ikut serta. Sejak di buka dua hari lalu, sudah ada 150 e-Commerce yang mendaftarkan diri.

Ketua panitia Harbolnas 2017 Achmad Alkatiri mengatakan antusiasme yang tinggi tersebut membuat dirinya o pt i mistis jumlah peserta Harbolnas tahun ini akan mencapai le bih dari 200 pelaku usaha e-Commerce. Apa lagi proses pen daf taran ma - sih akan dibuka sam pai 27 November mendatang. ”Awal Desember nanti kita akan umumkan apa saja promo dan deal yang ditawarkan oleh para e-Commerce. Tentunya akan sangat menarik karena prog ram ini juga bertujuan untuk mengajak lebih banyak ma - sya rakat mencoba berbelanja online,” tutur Achmad kemarin.

Dia mengatakan acara pesta diskon tahunan Harbolnas akan mengusung tema-tema #BelanjaOnlineBersama dengan fokus pada peningkatan ka pa sitas dan kapabilitas para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Dia ingin ajang ini menjadi sarana pelaku UMKM memanfaatkan keunggulan belanja online.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini