nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Incar Pajak E-Commerce, Sri Mulyani: Generasi Milenial Spending via Smartphone

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 22 November 2017 10:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 22 20 1818357 incar-pajak-e-commerce-sri-mulyani-generasi-milenial-spending-via-smartphone-1YTabr62yp.jpg Foto: Feby/Okezone

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani melihat potensi pajak melalui belanja online alias transaksi e-commerce. Menurut dia,  masyarakat sekarang banyak yang membeli barang impor tapi tidak kena kepabeanan Bea Cukai.

Dia mencontohkan dirinya sendiri. Melalui iPad, Sri Mulyani mengaku bisa membeli buku-buku impor, memesan barang di Amazon dan itu bebas Bea Cukai.

"Nah fenomena inilah yang kita pelajari. Kita respons, Karena milenial sekarang, melalui smartphone iPad banyak spending yang diberikan di kotak ini," tuturnya dalam seminar nasional "Political Economy Outlook 2018", di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (22/11/2017).

Baca Juga: "Ali" Rasa "Baba" di Ekonomi Digital

Dia melanjutkan, pola spending yang di tempat di smartphone menjadi perdebatan. Di mana banyak yang menganggap tidak adil karena tidak bayar pajak dan lainnya. Tapi ini suatu fenomena, pemerintah pun akan merespons hal ini.

"Konsumsi sekarang ada di kotak ini. Tapi kita akan pelajari ini seperti apa membuat kepabeanan yang dilakukan secara online," tandasnya.

Untuk diketahui, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengatakan akan tetap mengenakan pajak bagi perusahaan online atau e-commerce. Hingga saat ini pembahasan untuk aturan ini sudah berada di Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Baca Juga: Di Ekonomi Digital, UMKM yang Go E-Commerce Akan Berkembang Pesat

"Sampai Pajak, kan intinya adalah bagaimanana membikin tata cara yang memungkinkan teman-teman e-commerce memenuhi kebutuhan perpajakan yang lebih baik, tidak ada pajak baru," ungkap Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Suahasil Nazara di Gedung Kemenkeu beberapa waktu lalu.

Suahasil mengatakan, pembahasan sudah ada di DJP, artinya sudah pada tahap akhir dan tinggal finalisasi serta di tandatangani saja. Oleh karenanya ia mengatakan bisa selesai sebelum akhir tahun ini.

"Bisa kok (akhir tahun), lebih ke tata cara saja, enggak ada pajak baru. Ya entar saja tanya ke Pajak (selesainya)," jelasnya.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini