"Dari situasi kemarin kami mendengar curah hujan cukup tinggi, jadi itu ada genangan air. Jadi ada lokomotif yang enggak bisa kita gunakan dan kita sudah sediakan lokomotif kereta yang bisa menerabas genangan itu dan Lokomotif CC300 yang warna merah itu," kata Sugihardjo di ruangan Command Center lantai 25 Kemenhub, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (27/11/2017).
Dia berharap kereta api dengan jenis Lokomotif CC300 itu mampu menerabas genangan yang ada di sana. Nantinya, sambung Sugihardjo, para wisatawan akan kembali transit di Banyuwangi untuk melakukan pergantian kereta saat menuju Surabaya.
Baca Juga: Aktivitas Gunung Agung Meningkat, Garuda Indonesia Batalkan 18 Penerbangan
Sugihardjo melanjutkan, apabila kereta api dengan jenis Lokomotif CC300 itu tidak mampu menerabas ketinggian genenangan. Maka, PT KAI harus memutar jalur kereta api melalui Blitar saat menuju Bandara Juanda, Surabaya. "Tapi perjalanan itu bisa menambah empat smpai lima jam dan itu alternatif terakhir," jelasnya.
Sugihardjo menambahkan, PT KAI juga menyiapkan kereta medis saat melakukan perjalanan dari Banyuwangi, sehingga para wisawatan maupun warga Bali dapat melakukan pemeriksaan kesehatan nantinya. "Kegiatan itu dilakukan di Banyuwangi yang sudah disiapkan PT KAI dengan kereta medisnya," tuturnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.