Sudah Punya Holding, PTBA Gencar Ekspansi Tahun Depan

Trio Hamdani, Jurnalis · Rabu 29 November 2017 19:35 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 29 278 1822754 sudah-punya-holding-ptba-gencar-ekspansi-tahun-depan-rhS6PMDeux.jpg Ilustrasi Tambang. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Setelah resmi menjadi anak usaha holding BUMN industri pertambangan, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berencana untuk terus melakukan ekspansi. Salah satunya, adalah ekspansi di bidang ketenagalistrikan.

Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin mengatakan, tahun depan ada beberapa ekspansi yang akan mulai dilancarkan oleh pihaknya. Paling tidak, ada empat langkah yang akan dilakukan oleh Bukit Asam dalam ekspansi tersebut.

"Pertama, pengembangan energi untuk listrik. Karena visi kita untuk jadi perusahaan energi kelas dunia. Yang akan segera kita bangun itu pembangunan PLTU yang PPA-nya (Power Purchase Agreement/perjanjian jual beli) sudah ditandatangani minggu lalu 2x660 mw," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (29/11/2017).

Baca Juga: Dinilai Strategis, Holding BUMN Tambang Kuasai Bisnis Hulu hingga Hilir

Kedua, pihaknya akan ekspansi dengan mensinergikan diri bersama PT Antam Tbk. Sinergi dengan perusahaan berkode saham ANTM itu dalam hal pembangunan PLTU untuk kebutuhan smelter milik Antam di Halmahera, Maluku Utara.

"Kemudian ada rencana untuk mengakuisisi PLTU milik Antam supaya lebih maksimal dan menjadi lebih murah. (Kemudian) Inalum bangun PLTU dengan bahan baku batu bara yang kita miliki," lanjutnya.

Ketiga, pihaknya menyadari memiliki keterbatasan logistik. Untuk mengatasi itu, ada beberapa pengembangan sarana logistik yang dilakukan, terutama peningaktan kapasitas Pelabuhan Kertapati di Palembang, Sumatera Selatan dari 3,7 juta ton per tahun jadi 5 juta ton.

Baca Juga: Kuasai Saham Freeport, Aset Holding BUMN Tambang Bisa Tembus Rp200 Triliun

Kemudian dilakukan juga pengembangan jalur baru untuk urusan logistik menggunakan rel, baik dengan KAI atau swasta. Salah satu tujuan utamanya untuk meningkatkan kapasitas penjualan.

"Terakhir, hilirisasi dari batu bara. Kita lagi menjajaki. Mudah-mudahan terealisasi tahun depan untuk membuat produk downstream dari batu bara at the end produknya bisa jadi urea, LPG, petrochemical, itu melalui proses gasifikasi," sebutnya.

Menurutnya, pihaknya sudah melakukan studi untuk memperdalam rencana-rencana tersebut. Mereka berharap dalam waktu dekat bisa segera melakukan pengembangan proyek-proyeknya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini