nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sukanto Tanoto, Orang Terkaya Indonesia Sebelum Era Hartono Bersaudara

Widi Agustian, Jurnalis · Minggu 03 Desember 2017 14:44 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 03 320 1824382 sukanto-tanoto-orang-terkaya-indonesia-sebelum-era-hartono-bersaudara-JEi54wD1ib.jpg (Foto: Forbes)

JAKARTA - Robert Budi Hartono dan Michael Hartono selalu memuncaki daftar orang terkaya Indonesia sejak 2009. Selama 9 tahun, dua bersaudara ini tidak terkalahkan sebagai orang terkaya Indonesia.

Tapi, apakah Anda tahu siapa orang terkaya Indonesia sebelum eranya Robert Budi dan Michael Hartono selalu menjadi orang terkaya di RI?

Pada 2008, Robert Budi Hartono dan Michael Hartono masih harus puas dengan berada di posisi kedua dan ketiga dalam daftar orang terkaya Indonesia.

Yang berada dalam posisi puncak dalam daftar orang terkaya Indonesia pada tahun tersebut adalah Sukanto Tanoto. Saat itu, Sukanto memiliki kekayaan USD2 miliar. Sementara Robert Budi Hartono memiliki kekayaan USD1,72 miliar dan Michael Hartono hanya memiliki USD1,68 miliar.

Baca juga:

Mau Saingi Kekayaan Budi dan Michael Hartono? Anda Harus Hasilkan Rp1,3 Triliun/Hari

Punya Kekayaan Rp436 Triliun, Siapa yang Sanggup Saingi Budi dan Michael Hartono?

Kini, di 2017, Sukanto Tanoto memang masih masuk dalam daftar orang terkaya Indonesia. Hanya saja, Sukanto harus rela berada di peringkat 30 dengan kekayaan sebesar USD1,1 miliar.

Sukanto yang kini berusia 67 tahun ini merupakan pemilik Royal Golden Eagle yang memiliki bisnis di sektor pulp dan paper, kelapa sawit, dan sektor energi.

Sukanto Tanoto lahir pada 25 Desember tahun 1949. Dia merupakan anak tertua dari tujuh bersaudara.

Ayahnya merupakan seorang imigran yang berasal dari Tiongkok. Tahun 1966, dia sempat harus berhenti sekolah karena sekolahnya ditutup oleh rezim orde baru, Presiden Soeharto. Sepeninggal ayahnya, dia yang langsung mengambil alih bisnis keluarganya. Asian Agri merupakan salah satu perusahaan kelapa sawit yang sukses dibangunnya sejak dari bawah.

Seperti diketahui, perusahaan Asian Agri miliknya sempat didenda sebesar USD200 juta akibat kasus penggelapan pajak.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini