Image

Pertamina Ambil Alih PGN, Apa Kata BPK?

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 18:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 07 320 1826904 pertamina-ambil-alih-pgn-apa-kata-bpk-gjhrS48hJ3.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menilai bahwa jika langkah PT Pertamina (Persero) yang berniat mengakuisisi PT Perusahaan Gas Negara (PGN) tidak tepat.

Menurut anggota BPK Achsanul Qasasi, lebih cocok PGN jika mengakuisisi Pertagas karena sama-sama perusahaan yang mengelola gas.

"Kita sebaiknya memisahkan kelompok usaha sesuai core bisnis yang dikuasa, sehingga Pertagas lebih pas diakusisi PGN. Dan sebagai perusahaan publik, itu bisa membantu saham PGN agar naik drastis," jelas Achsanul kepada wartawan, Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Baca Juga: Holding BUMN Migas Terbentuk di Kuartal I-2018, Pertamina Bakal Akuisisi Saham PGN

Achsanul menekankan bahwa, gas memang seharusnya diurus PGN, dan minyak diurus oleh Pertamina. "Sangat tidak sesuai jika Pertamina yang mengakuisisi PGN, karena core bisnisnya yang berbeda," katanya.

Selanjutnya, Achsanul juga mengungkapkan, jika PGN dan Pertagas saling bersinergi, maka akan mengurangi investasi ganda yang menyebabkan anggaran perusahaan sia-sia.

"Saat ini seringkali ada investasi ganda. PGN membangun pipa, Pertagas juga membangun pipa dilokasi yang sebetulnya beririsan. Jika mereka saling sinergi dan bersatu mungkin hal ini tidak akan terjadi, dan terjadi pemborosan keuangan," katanya.

Baca Juga: Holding BUMN Energi, Pertamina-PGN-PLN Bakal Digabung?

Seperti diketahui, BPK menemukan adanya potensi kerugian ratusan miliar yang dialami PT Pertamina Gas (Pertagas), pasca tidak efektivifnya sejumlah proyek yang dikerjakan anak usaha PT Pertamina tersebut.

Mengacu Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I 2017, potensi kerugian Pertagas bersumber dari tidak optimalnya bisnis niaga dan transportasi gas perusaaan di sejumlah wilayah, mulai dari Jakarta, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Jawa Timur dalam periode 2014 hingga semester I 2016.

Baca Juga: Akuisisi Pertagas ke PGN, Langkah Awal Holding BUMN Migas

"Pada kegiatan niaga gas, Pertagas menanggung kehilangan pendapatan senilai USD16,57 juta dan timbulnya piutang macet senilai USD11,86 juta akibat penyusunan nominasi, skema niaga, dan operasi pemanfaatan gas Pondok Tengah yang tidak mempertimbangkan kondisi operasi, serta pengalihan alokasi gas untuk kebutuhan Compressed Natural Gas (CNG) kepada PT Mutiara Energy (PT ME)," ujar Ketua BPK, Moermahadi Soerja dalam IHPS I 2017, beberapa waktu lalu.

Selain kerugian di atas, Moermahadi menambahkan, Pertagas juga berpotensi mengalami kerugian dalam pengerjaan proyek pipanisasi Belawan yang menghubungkan Kawasan Industri Medan (KIM) dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Dari proyek senilai Rp 183 miliar itu, Pertagas diyakini bakal menanggung kerugian dalam jangka waktu yang panjang lantaran hingga kini proyek pipanisasi Belawan belum juga rampung.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini