nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

17 Juta Tenaga Kerja Diserap Industri hingga Triwulan III-2017

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 11 Desember 2017 15:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 11 320 1828541 17-juta-tenaga-kerja-diserap-industri-hingga-triwulan-iii-2017-23u8GOqPZp.jpg Ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat pertumbuhan industri nonmigas tumbuh sebesar 5,49% atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi di kuartal III sebesar 5,06%. Tingginya bertumbuhan berdampak pada penyerapan tenaga kerja yang saat ini mencapai 17,01 juta.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, market dan industri sekarang semakin percaya. Terlihat dari timbulnya beberapa sektor utama industri seperti logam dasar 10,6%, makanan dan minuman 9,49% hingga industri transportasi 5,63%.

"Dari kontribusi industri ini bila dibanding lain struktur PDB mendekati 20%. Kalau digabung industri turunannya tentu kontribusi bisa lebih dari 30%,"ujarnya, dalam acara seminar nasional outlook industri 2018, di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (11/12/2017).

Baca juga: Menaker Klaim Produktivitas Tenaga Kerja Nasional Naik

Dampak positif lainnya dari pertumbuhan industri hingga saat ini ialah lapangan pekerjaan. Di 2016 jumlah serapan tenaga kerja di sektor industri sebanyak 15,54 juta.

"2017 lapangan pekerjaan industri tumbuh. Mencapai 17,01 juta tenaga kerja,"ujarnya.

Capain positif kinerja industri Indonesia ternyata direkam oleh United Nations Industrial Development Organization (UNIDO). Indonesia masuk dalam 10 besar dunia sebagai industri yang semakin diperhitungkan. Selain itu, peningkatan pada global competitiveness index ini mengalami kenaikan ke posisi 36 dari sebelumnya 41.

Baca Juga: Menaker Minta Pengusaha Fasilitasi Pembentukan Serikat Pekerja

"Saya merasa optimis bahwa industri Indonesia akan dapat tumbuh lebih tinggi. Optimisme dunia usaha dan konsumen dapat menjadi peluang dan kesempatan mengakselerasi pertumbuhan industri, pertumbuhan konsumsi perlu dijaga dan kembali ditingkatkan,"ujarnya.

Airlangga mengatakan, stimulus fiskal dari dana desa dan belanja pemerintah ke depan bisa terus mensejahterakan masyarakat. Hal ini berpengaruh besar terhadap keberlanjutan industri.

"Dengan ini optimis kami berani menargetkan pertumbuhan sebesar 5,67% pada 2018 untuk pertumbuhan industri nonmigas,"ujarnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini