Modus Baru, KKP Sebut Kapal Asing Manfaatkan Wilayah Perbatasan untuk Curi Ikan

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 11 Desember 2017 19:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 11 320 1828713 modus-baru-kkp-sebut-kapal-asing-manfaatkan-wilayah-perbatasan-untuk-curi-ikan-C8O6U1hDQ3.jpg Foto: Giri Hartomo/Okezone

JAKARTA - Pemerintahan Joko Widodo tengah gencar melakukan penenggelaman kapal asing pencuri ikan yang masuk ke wilayah perairan Indonesia. Hasilnya pun cukup baik karena saat ini sudah semakin berkurang kapal-kapal asing yang berani mencuri ikan di wilayah perairan Indonesia.

Koordinator Staff Khusus Satuan Tugas (Satgas) 115 Mas Achmad Santosa mengatakan meski sudah diberantas, namun saat ini muncul modus-modus baru kapal asing untuk mencuri ikan di wilayah perairan Indonesia. Di mana saat ini, kapal-kapal asing banyak yang mencari ikan di sekitar wilayah perairan Indonesia atau di negara tetangga seperti Papua Nugini maupun Timor Leste.

Banyaknya kapal Asing yang melakukan modus tersebut dikarenakan kebijakan dari kedua negara tersebut berbeda dengan Indonesia. Di Indonesia, KKP tidak memperbolehkan kapal asing maupun eks asing untuk menangkap ikan di wilayah perairan Indonesia.

Baca juga: Berantas IIlegal Fishing, Ini Tantangan yang Harus Dihadapi Pemerintah

Menurut Ota sapaan akrab Santosa, para kapal asing yang mencari ikan di wilayah negara tetangga seringkali mencuri-curi kesempatan untuk mengambil ikan di Wilayah Indonesia. Apalagi, Vietnam pernah tertangkap memanfaatkan perbatasan untuk mencuri ikan di wilayah perbatasan Indonesia.

“Modus barunya itu sekarang ini, boleh dikatakan mereka memanfaatkan perbatasan atau border. Papua New Guinea, Timor Leste juga,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian KKP, Jakarta, Senin (11/12/2017).

Baca juga: Integrasikan Penegakan Hukum di Bidang Perikanan, KKP Gandeng Polri dan Satgas 115

Oleh karena itu lanjut Ota, pihaknya akan memperkuat wilayah perbatasan untuk mencegah terjadinya ilegal fishing dengan modus tersebut. Karena jika terus dibiarkan, maka akan semakin banyak kapal asing yang memanfaatkan modus tersebut untuk mencuri ikan di Indonesia.

Untuk mengawasi wilayah perbatasan, pihaknya akan melakukan patroli dengan menggandeng pemerintah dari negara lainnya seperti Inggris, Australia, Norwegia hingga Amerika Serikat. Di mana dengan menggandeng beberapa negara tersebut, pihaknya bisa memantau kapal asing yang masuk wilayah perairan Indonesia dengan satelit yang canggih.

“Jadi memang kita harus perkuat pengawalan garis batas kita, cara termudahnya patroli,” tegasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini