Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Proyeksi 2018, Investasi Bisa Senggol 7% tapi Kredit Perbankan Perlu Digeber

Feby Novalius , Jurnalis-Selasa, 12 Desember 2017 |14:19 WIB
Proyeksi 2018, Investasi Bisa Senggol 7% tapi Kredit Perbankan Perlu Digeber
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

BOGOR - Badan Pusat Statsistik (BPS) merilis data pertumbuhan investasi terus bertumbuh di kuartal-II 5,3%, kuartal III-2017 7,5%, dan begitu juga hingga akhir 2017 atau kuartal IV-2017. Di 2018 investasi diproyeksikan tumbuh sekira 7%.

Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Adriyanto mengatakan, pertumbuhan didorong karena pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara masif membuat pertumbuhan industri sangat bagus saat ini.

Dari sisi Penanaman Modal Asing (PMA) secara nominal masih mendominasi. Tapi untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) lebih mendominasi secara pertumbuhan investasi. Secara keseluruhan tren investasi baik PMA maupun PMDN di 2017 mengalami kenaikan.

"Sektor rill kami ambil, kalau dilihat konsumsi semen ini terus tumbuh. Menunjukkan ada pergerakan ekonomi di dalam konsumsi juga. Sementara untuk kredit perbankan memang ini masih perlu dikejar," ujarnya di Hotel Jeep Station Indonesia, Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/12/2017).

Menurut dia, laju tren pertumbuhan investasi akan berlanjut di 2018. Di mana faktor seperti rata-rata suku bunga yang relatif turun, pertumbuhan kredit yang diharapkan lebih besar menjadi variabel bahwa investasi di 2018 bisa lebih besar.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement