nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Stock Split 1:5, Saham Bukit Asam Dibuka Menguat

Trio Hamdani, Jurnalis · Kamis 14 Desember 2017 09:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 14 278 1830130 stock-split-1-5-saham-bukit-asam-dibuka-menguat-2Kxilw4kD7.jpg Foto: Trio/Okezone

JAKARTA - Harga saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) hasil pemecahan nilai nominalnya (Stock Split) dibuka menguat dari Rp2.240/saham menjadi Rp2.270/saham atau naik 1,33%.

Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin mengatakan, stock split dengan rasio 1:5, dilakukan sesuai keputusan RUPSLB PTBA pada 29 November 2017 lalu, mengubah nominal saham Bukit Asam dari Rp11.200 menjadi Rp2.240/saham.

Baca Juga: Sudah Punya Holding, PTBA Gencar Ekspansi Tahun Depan

“Setelah dilakukan stock split ini ditujukan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham perusahaan dan menjangkau investor yang lebih luas,” kata Arvian di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Lanjut dia, pembukaan perdagangan dengan harga saham baru ini juga sekaligus menadai 15 tahun Bukit Asam melantai di Bursa Efek sejak 23 Desember 2002. Pada awal IPO, PTBA mencatatkan sahamnya sebesar Rp575.

Baca Juga: Fantastis! Laba Bersih Bukit Asam Naik 149% Jadi Rp2,62 Triliun

"Seiring berjalan waktu, PTBA mampu meraih saham dengan harga tertinggi sebesar Rp24.900 pada 4 Januari 2011 dan harga rata-rata tertimbang sebesar Rp7.256," ujarnya.

Sebelumnya, PT Antam Tbk (ANTM), PT PTBA, dan PT Timah Tbk (TINS) telah membentuk holding BUMN industri pertambangan setelah rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) dilaksanakan ketiganya.

Baca Juga: Luar Biasa!, Laba Bersih Bukit Asam Naik 142% Tembus Rp1,72 Triliun

PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum menjadi induk holding membawahi ketiga perusahaan tambang tersebut. Terkait itu, dia mengatakan bahwa pasar merespon secara positif saham PTBA.

"Hal tersebut terlihat dari saham PTBA yang mengalami kenaikan dari penutupan saham pada tanggal 28 November 2017 sebesar Rp10.850 menjadi Rp11.250 pada 29 November 2017 usai RUPSLB perubahan anggaran dasar menjadi anggota holding BUMN Tambang.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini