500 Ribu Siswa SMK Lulus Tiap Tahun, Menko Darmin: Harus Melek Digital

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 21 Desember 2017 12:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 21 320 1833872 500-ribu-siswa-smk-lulus-tiap-tahun-menko-darmin-harus-melek-digital-JC7Kpa0OVW.jpg Menko Perekonomian Darmin Nasution. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Koordinator bidang Perekonomian mencatat ada sekira 500 ribu lulusan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) setiap tahun. Ini menjadi suatu tantangan pemerintah, untuk menyediakan lapang kerja para lulusan ini.

Berdasarkan data 2016, ada 114 kompetensi dan keahlian yang dipelajari ditingkat SMK. 5 jurusan di antaranya paling favorit dengan lulusan terbanyak seperti jurusan teknik komputer dan jaringan sebanyak 578 ribu murid, teknik kendaaran ringan 574 ribu murid. Kemudian akuntansi 430 ribu murid, administrasi perkantoran 428 ribu muridn dan teknik sepeda motor 270 ribu murid.

Guna menjawab lulusan SMK tersebut akan kerja di mana, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution sudah menyiapkan tiga strategi sebagai bekal para lulusan ke depan.

Pertama, lulusan SMK harus dibekali dengan digital mindset. Darmin mengatakan, di era digital, e-commerce membuka peluang Indonesia untuk ikut perdagangan global.

"Kita cukup kesulitan dengan value change sudah lahir, karena belasan tahun kita tidak masuk. Tapi kita bangun value change berdasarkan hasil kita punya keunggulan. Semua lulusan SMK mesti terbentuk digital mindset," tuturnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (21/12/2017).

Dengan digital mindset, Darmin arahkan para lulusan SMK untuk menjadi entrepreneur. Pasalnya, jika semua lulusan ini menjadi PNS tidak akan dapat menyerap seluruh lulsan yang ada. Sehingga mau tidak mau lulusan menjadi entrepreneur dengan membekali basis kewirausahaan."Mereka diharapkan bisa membuka peluang usaha," ujarnya.

Strategi selanjutnya agar lulusan SMK bisa mendapatkan pekerjaan adalah pemegangan. Menurut Darmin, hal ini menjadi kunci dalam menjembatani antara dunia usaha dengan akademisi. "Garis besar dari uraian buku adalah seperti saya sampaikan kami punya modal lebih konkret untuk berbicara dengn K/L ke depan," ujarnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini