JAKARTA - Hari Ibu yang jatuh setiap 22 Desember dimaknai mendalam oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso. Dia pernah mengambil sebuah keputusan besar berdasarkan nasihat ibu. Padahal nasihat itu sempat membuatnya bingung karena dinilai aneh dan di luar nalarnya. Tetapi siapa sangka, saran sang ibunda tercinta yang awalnya suram justru berbuah manis. Bahkan nasihat tersebut membuatnya bisa duduk di kursi OJK 1.
Wimboh menceritakan kisahnya ketika lulus kuliah, dirinya mencari peruntungan dengan melamar pekerjaan. Salah satu yang disasar adalah bekerja di bank. Pria kelahiran Boyolali 15 Maret 1957 ini mencoba dengan melamar pekerjaan ke sejumlah bank. Di luar dugaan ternyata semua bank tersebut menerima pria jebolan Universitas Sebelas Maret Fakultas Ekonomi tahun 1983 ini. Hal inilah yang membuat Wimboh bingung harus memilih salah satu bank. Kemudian, dia meminta pendapat Sang Ibu.
Baca Juga: Kenangan Menteri Rini di Hari Ibu: Saya Sering Masak untuk Ibu
"Carilah bank yang tidak akan bangkrut," cerita Wimboh meniru nada Sang Ibu, kepada Okezone.
Mendapat jawaban itu, Wimboh mengaku tambah bingung. Dia mencari bank yang tidak akan bangkrut. Akhirnya Wimboh mendapat jawaban, bahwa bank yang tidak akan pernah bangkrut adalah bank sentral atau Bank Indonesia (BI).
"Padahal, dahulu BI adalah bank yang gajinya paling kecil. Berbeda dengan bank swasta lainnya dahulu memiliki gaji besar," ujarnya sambil berkelakar.
Baca Juga: Hari Ibu, Menkeu Sayangkan Partisipasi Tenaga Kerja Wanita di Indonesia Stagnan
Akhirnya, dia resmi berstatus pegawai BI sejak 1984 sebagai pengawas bank. Sebenarnya, Wimboh sempat ragu, apa benar kerja di BI akan bisa menghasilkan pendapatan yang menjanjikan. Namun, dia berusaha mengikuti nasihat Sang Ibu.
"Tetapi saya baru tahu hikmah di balik nasihat Ibu pada saat krisis 1997-1998. Pada tahun itu, teman-teman saya yang bekerja di bank swasta sudah duduk di kursi direktur. Itu semua terjungkal," imbuhnya.
Baca Juga: Hari Ibu, Menhub: Selalu Menginspirasi dalam Kehidupan dan Berkarya
Di situ Wimboh merenung. Dia bisa selamat dari bahaya krisis berkat nasihat Sang Ibu yang memintanya untuk bekerja pada sebuah bank yang tidak akan bangkrut.
"Alhamdulillah, saya baru tahu ternyata maksudnya seperti ini. Ini berkat nasihat ibu. Dan saya semakin percaya bahwa doa ibu itu paling mujarab," tutur Wimboh.
Dia merasa bersyukur Sang Ibu dalam kondisi yang sehat meski sudah berusia 92 tahun. "Hingga saat ini dia selalu mendoakan anak cucunya. Itu yang sangat mujarab, ibu terus memanjatkan doa bagi kita semua," ujarnya.