nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hari Ibu, Wimboh Santoso: Akhirnya Saya Tahu Hikmah di Balik Krisis 1997

Rani Hardjanti, Jurnalis · Jum'at 22 Desember 2017 08:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 22 320 1834344 hari-ibu-wimboh-santoso-akhirnya-saya-tahu-hikmah-di-balik-krisis-1997-G2lGp89XY5.jpg Foto: Wimboh Santoso/Okezone

JAKARTA - Hari Ibu yang jatuh setiap 22 Desember dimaknai mendalam oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso. Dia pernah mengambil sebuah keputusan besar berdasarkan nasihat ibu. Padahal nasihat itu sempat membuatnya bingung karena dinilai aneh dan di luar nalarnya. Tetapi siapa sangka, saran sang ibunda tercinta yang awalnya suram justru berbuah manis. Bahkan nasihat tersebut membuatnya bisa duduk di kursi OJK 1.

Wimboh menceritakan kisahnya ketika lulus kuliah, dirinya mencari peruntungan dengan melamar pekerjaan. Salah satu yang disasar adalah bekerja di bank. Pria kelahiran Boyolali 15 Maret 1957 ini mencoba dengan melamar pekerjaan ke sejumlah bank. Di luar dugaan ternyata semua bank tersebut menerima pria jebolan Universitas Sebelas Maret Fakultas Ekonomi tahun 1983 ini. Hal inilah yang membuat Wimboh bingung harus memilih salah satu bank. Kemudian, dia meminta pendapat Sang Ibu.  

Baca Juga: Kenangan Menteri Rini di Hari Ibu: Saya Sering Masak untuk Ibu

"Carilah bank yang tidak akan bangkrut," cerita Wimboh meniru nada Sang Ibu, kepada Okezone. 

Mendapat jawaban itu, Wimboh mengaku tambah bingung. Dia mencari bank yang tidak akan bangkrut. Akhirnya Wimboh mendapat jawaban, bahwa bank yang tidak akan pernah bangkrut adalah bank sentral atau Bank Indonesia (BI).

"Padahal, dahulu BI adalah bank yang gajinya paling kecil. Berbeda dengan bank swasta lainnya dahulu memiliki gaji besar," ujarnya sambil berkelakar.    

Baca Juga:  Hari Ibu, Menkeu Sayangkan Partisipasi Tenaga Kerja Wanita di Indonesia Stagnan

Akhirnya, dia resmi berstatus pegawai BI sejak 1984 sebagai pengawas bank. Sebenarnya, Wimboh sempat ragu, apa benar kerja di BI akan bisa menghasilkan pendapatan yang menjanjikan. Namun, dia berusaha mengikuti nasihat Sang Ibu. 

"Tetapi saya baru tahu hikmah di balik nasihat Ibu pada saat krisis 1997-1998. Pada tahun itu, teman-teman saya yang bekerja di bank swasta sudah duduk di kursi direktur. Itu semua terjungkal," imbuhnya. 

Baca Juga: Hari Ibu, Menhub: Selalu Menginspirasi dalam Kehidupan dan Berkarya

Di situ Wimboh merenung. Dia bisa selamat dari bahaya krisis berkat nasihat Sang Ibu yang memintanya untuk bekerja pada sebuah bank yang tidak akan bangkrut. 

"Alhamdulillah, saya baru tahu ternyata maksudnya seperti ini. Ini berkat nasihat ibu. Dan saya semakin percaya bahwa doa ibu itu paling mujarab," tutur Wimboh.

Dia merasa bersyukur Sang Ibu dalam kondisi yang sehat meski sudah berusia 92 tahun. "Hingga saat ini dia selalu mendoakan anak cucunya. Itu yang sangat mujarab, ibu terus memanjatkan doa bagi kita semua," ujarnya.

Wimboh mengaku, sejak kecil dia selalu didik Sang Bunda tiga hal, hingga kini yang juga menjadi pegangan hidupnya, yakni disiplin, jujur dan tak lupa berdoa. Sejak kecil juga dia ditanamkan beberapa filosofi Jawa yang menurutnya sangat bagus, seperti 'Ojo Dumeh' dan  'Lembahmanah' yang artinya jangan berlebihan dalam bersikap dan sabar serta rendah hati. 

"Karena disiplin saya memiliki waktu-waktu yang terjadwal. Misalkan pulang sekolah atau sehabis Magrib saya harus apa, itu semua serba disiplin," ceritanya. 

Pernah sewaktu ketika, Sang Ibu ada keperluan meninggalkan rumah. Ini pertama kalinya Wimboh diminta untuk tetap tinggal di rumah dan berpisah dari jangkauan Ibunda. Di situ dia merasa amat senang karena bisa merasa bebas dan jauh dari prinsip 'disiplin'.

"Namanya masih kecil kan dulu, kalau tidak ada orang tua bisa bebas main. Kalau ada Ibu kan tidak bisa terus menerus main. Kalau dulu kan Magrib harus pulang ke rumah. Ini karena tidak ada Ibu saya main," ujarnya sambil tertawa lepas. 

Baca Juga: HARI IBU: Sri Mulyani Kumpulkan Tokoh Wanita Bahas APBN

Kondisi berbeda terjadi saat dia harus berpisah rumah dengan Sang Ibu karena faktor lokasi sekolah. Rupanya, lanjut dia, kebebasan memberikan pengalaman baru. Dia bisa berinteraksi dengan dunia luar. 

"Ya setelah saya besar Ibu mempersilakan saya untuk bersikap bebas. Karena nilai-nilai yang bagus tadi sudah tertanam. Jadi semacam barikade diri sendiri. Saya sudah dicekoki untuk disiplin, jujur dan berdoa," ungkap Wimboh. 

Dia mengaku kalau malam hampir tidak di dalam rumah. Menurutnya, kalau malam di rumah sangat rugi.  Kebebasan, lanjut Wimboh, membuat orang kreatif. "Karena ada saja pengalaman-pengalaman dan ilmu-ilmu baru dari teman dan jadi mudah untuk mengartikulasi hasil diskusi dengan teman," ceritanya.  

Nilai-nilai yang telah ditanamkan Sang Ibu saat Wimboh kecil menjadi pegangan kuat dalam mengarungi kehidupan yang sangat luas. ​

"Ini adalah suatu pengalaman yang menurutnya sangat bagus," ujarnya. 

Wimboh terus berkarya dengan melanjutkan studinya dalam program Master of Science in Business Administration di University of Illinois, Amerika Serikat, pada 1991. Pendidikan ini diselesaikan pada September 1993. 

Kemudian ia melanjutkan pendidikan formalnya ke jenjang Doktor di Loughborough University, Inggris, dengan studi konsentrasi Financial Economics pada 1995. Dengan memboyong gelar PhD, Wimboh kembali ke Indonesia pada 1999. Dia membawa ilmu manajemen risiko (risk management) untuk diterapkan pada perbankan Indonesia.

Wimboh pernah menjadi kepala perwakilan BI di New York pada 2012. Jabatan ini diperoleh usai ia menjabat sebagai Direktur Direktorat Pengaturan Perbankan BI periode 2010-2012.

Selepas dari bank sentral, dia meniti karier di level internasional. Ia menjadi Direktur Eksekutif International Monetary Fund (IMF) mewakili ASEAN plus Fiji, Tonga, dan Nepal sampai April 2015. Dia juga sempat berkarier di Bank Mandiri, namun tidak lama hanya kurang dari 2 tahun. 

Wimboh kecil kini menjelma sebagai orang nomor satu di OJK. Pada 6 Juni 2017, dia berhasil mengalahkan Sigit Pramono dalam uji kelayakan dan kepatutan Ketua DK OJK yang digelar Komisi XI DPR-RI. Wimboh terpilih untuk memimpin OJK hingga 2022. 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini