nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Usai Natal, Harga Cabai Berangsur 'Tak Pedas' Lagi

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 26 Desember 2017 09:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 26 320 1835833 usai-natal-harga-cabai-berangsur-tak-pedas-lagi-sppMeQYa0S.jpg Cabai (Foto: Yohana Artha Uly/Okezone)

JAKARTA - Memasuki masa akhir tahun harga sejumlah komoditas pangan bergerak fluktuatif bahkan cenderung naik. Hal ini disebabkan adanya hari raya Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 yang sering kali harga pangan kian meningkat.

Kendati demikian pasca satu hari usai hari Natal berlalu tepatnya pada tanggal 26 Desember 2017 harga komoditas cabai mengalami penurunan hanya dalam semalam.

 Baca juga: Usai Natal, Harga Cabai Sudah Tak Pedas Lagi

Berdasarkan pantauan Okezone di Pasar Senen, Jakarta Pusat, harga komoditas cabai turun hingga Rp 10.000 per kilogram (kg).

"Cabai agak turunan sekarang. Baru semalem turunnya," ujar salah satu pedagang cabai Abimanyu di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (17/12/2017).

 Baca juga: Mayoritas Harga Pangan Turun, Cabai Merah Malah Naik

Penurunan harga tertinggi terjadi pada cabai rawit merah hingga mencapai Rp10.000 per kg. Sebelumnya harga cabai rawit berkisar Rp50.000-Rp 55.000 per kg, kini harga turun menjadi Rp45.000 per kg.

Sedangkan untuk cabai merah keriting kini seharga Rp40.000 per kg dari sebelumnya Rp45.000 per kg. Untuk cabai merah besar harga turun ke angka Rp35.000 per kg dari kisaran harga sebelumnya sebesar Rp37.000-Rp 38.000 per kg.

Sama halnya dengan komoditas cabai merah, cabai hijau juga mengalami penurunan harga. Dimana cabai rawit hijau kini seharga Rp35.000 per kg yang sebelumnya seharga Rp38.000 per kg. Sedangkan untuk jenis cabai hijau besar kini seharga Rp25.000 per kg dari harga sebelumnya sebesar Rp 27.000 per kilogram.

 Baca juga: Harga Cabai Rawit Naik 71%, Gubernur BI: Perlu Dicermati!

Harga-harga tersebut kata Abimanyu, merupakan harga dua hari sebelum Natal yang kini pasca satu hari melewati Natal harga menjadi berubah turun. Ia menyatakan pergerakkan harga sembako cabai memang sangat fluktuatif, perubahan harga bisa terjadi setiap harinya.

Setidaknya paling lama kata dia, harga bisa bertahan sama hanya sampai dua hari saja.

"Harga cabai naik turunnya cepet.

Misal sekarang Rp 30.000 besok bisa Rp40.000, bisa sebaliknya sekarang Rp 40.000 besoknya bisa jadi Rp30.000," ungkapnya.

Ia menyatakan harga cabai meski mengalami penurunan saat ini, tetap di dalam kisaran harga yang tinggi. Ia berharap harga cabai bisa di kisaran harga Rp20 ribu per kg. Pasalnya kata Abimanyu semakin mahal harga cabai akan semakin sedikit memberi untung, namun ia harus mengeluarkan modal yang tinggi untuk kembali berbelanja cabai.

"Pengennya murah di bawah Rp20.000. Kalau mahal enggak bisa ambil untung gede. Jadi ambil untung dikit tapi harus belanja lagi, itu modalnya gede kalau lagi naik harga. Tapi kalau murah bisa ambil untung tinggi," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan pedagang cabai di Pasar Senen lainnya yakni Edra. Ia mengaku harga cabai bergerak naik secara signifikan jelang Natal kendati demikian sekarang alami penurunan. Pergerakkan fluktuatif ini diakuinya menyulitkan terlebih ketika harga cabai sedang tinggi.

"Seminggu sebelum natal mulai naik. Pas natal naik parah. Kalau naik jadi sulit, pembeli banyak ga percaya harga cabai naik. Sekali naik bisa Rp7.000-Rp10.000. Jual jadi lebih minim (untungnya)," ujarnya.

Untuk harga cabai rawit merah Edra saat ini menjual seharga Rp50.000 per kg dari sebelumnya Rp60.000 per kg. Sedangkan untuk cabai merah keriting kini seharga Rp40.000 per kg dan cabai merah besar kini seharga Rp35.000 per kg.

"Cabai rawit hijau belum turun, masih Rp40.000 saya jual. Kalau cabai hijau besar harga Rp30.000," ungkapnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini