Share

Beberkan Realisasi Asumsi Makro APBN-P 2017, Sri Mulyani: Semuanya Mendekati Target

Lidya Julita Sembiring, Okezone · Selasa 02 Januari 2018 17:20 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 02 20 1838977 beberkan-realisasi-asumsi-makro-apbn-p-2017-sri-mulyani-semuanya-mendekati-target-iJSjBYgg7x.jpg (Foto: Lidya/Okezone)

JAKARTA - Pemerintah memaparkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017, salah satunya asumsi dasar ekonomi makro. Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati di Gedung Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta.

Sri Mulyani mengatakan, jika dilihat dari asumsi makro secara keseluruhan di 2017, maka realisasinya hampir mendekati target pemerintah. Mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga lifting gas dinilai hampir mencapai target.

Untuk pertumbuhan ekonomi sepanjang 2017, Pemerintah menargetkan hanya mencapai 5,05% (yoy), namun masih belum final. Pasalnya hingga saat ini, realisasi pertumbuhan ekonomi yang ada sampai kuartal III, sehingga angka bisa berubah tergantung dari realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal IV.

"Kita akan lihat realisasi di kuartal ke empat," ungkapnya, Selasa (2/1/2018).

 Baca Juga: Walau Ada Tax Amnesty, Penerimaan Perpajakan 2017 Cuma Rp1.339 Triliun atau 91% dari Target

Sementara itu, inflasi sepanjang tahun 2017 tercatat 3,6% artinya sangat baik karena ada di bawah dari proyeksi pemerintah sebesar 4,3%. Tingkat SPN 3 bulan juga di bawah target pemerintah sebesar 5,2% dengan realisasi 5,0% dan nilai tukar rupiah (kurs) juga membaik di bawah proyeksi Rp13.400 per USD menjadi Rp13.384 per USD.

Untuk harga minyak mentah Indonesia USD48 per barel menjadi USD50 per barrel tetapi masih akan berubah karena saat ini harga minyak tidak stabil, lifting minyak target 815.000 barel per hari menjadi 801.000 barel per hari dan belum final serta lifting gas 1.150.000 barel setara minyak per hari menjadi 1.129.000 barel setara minyak per hari (belum final).

"Yang barangkali patut dilihat adalah nilai tukar dan suku bunga SPN, yang sudah mulai menunjukkan tren yang meningkat atau normalisasi secara segi kinerja," jelasnya.

Baca Juga: Paparkan Realisasi APBN-P 2017, Sri Mulyani: Defisit 2,57% di Bawah Target Pemerintah

Sri Mulyani kembali menjelaskan, realisasi ini menunjukkan betapa ekonomi di 2017 terjadi begitu banyak perubahan. Ia menilai tahun ini momentum nya adalah perbaikan dari tahun 2016 lalu yang banyak komponen APBN negatif.

"Di 2016 rata-rata negatif dan tahun 2017 momentumnya pembalikan," tukasnya.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini