nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Di Depan Pengusaha, Sri Mulyani Pamer Defisit Anggaran 2017 2,42%

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Senin 08 Januari 2018 22:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 08 20 1842025 di-depan-pengusaha-sri-mulyani-pamer-defisit-anggaran-2017-2-42-DMnOnm6hWF.jpg Foto: Lidya/Okezone

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memaparkan hasil pencapaian realisasi perpajakan di depan para pengusaha. Dia menyebut bahwa pencapaian pajak saat ini sudah sangat baik.

Pasalnya hingga 31 Desember penerimaan perpajakan mencapai Rp1.151 triliun atau 89,7% dari target sebesar Rp1.283,6 triliun di 2017. Capaian ini naik 4,08% dengan tax amnesty tapi jika tax amnesty dikeluarkan maka pertumbuhan pajak mencapai hingga 15,8%.

Baca Juga: Target Penerimaan Pajak 2018: Ambisius dan Sulit Tercapai

"Ini suatu kinerja yang ekstrimly baik. Pajak kalau tidak menggunakan tax amnesty dibersihkan karena itu pengaruhi maka pertumbuhan pajak masih 15%. Pajak kita 15%, pertumbuhan ekonomi 5,05% dan inflasi 3,5% effort nambah," ungkap Sri Mulyani di Kantornya, Jakarta, Senin (8/1/2018).

Selain itu dia memaparkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) PPh Migas mengalami pertumbuhan karena harga minyak di atas asumsi 119%.

Baca Juga: Kejar Pajak, Pertukaran Data Nasabah Bank Dioptimalkan

"Basis penerimaan cukup kuat. PPN tumbuh 16% pajak keseluruhan 12%. Kalau di break down by sektoral tumbuh kuat di atas 10%," jelasnya.

Selain itu, di belanja modal mencetak rekor positif karena untuk pertama kalinya selama 3 tahun terakhir realisasi bisa mencapai di atas 90% yakni 92%. "Rata rata realisasi belanja modal 80%-83% ini ada quality perencanaan dan eksekusi meningkat. APBN sehat informasi ke masyarakat pelaku ekonomi," katanya.

Baca Juga: Kementerian ESDM Sumbang Rp178,1 Triliun untuk Penerimaan Negara

Dengan capaian ini, Sri Mulyani kembali memamerkan kepada pengusaha hingga ekonom yang hadir di kantornya bahwa defisit bisa dijaga jauh di bawah target sebesar 2,92% di 2017. Realisasi defisit anggaran sepanjang Januari hingga Desember 2017 sebesar 2,42%.

"2017 posisi yang kita sampaikan defisit 2,42% dengan keseimbangan primer jadinya Rp109,5 triliun lebih rendah dari target APBN sebesar Rp178 trliun. Saya sudah sampaikan pemerintah coba buat APBN sehat," tukasnya.

Di Depan Pengusaha, Sri Mulyani Pamer Defisit Anggaran 2017 2,42%

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memaparkan hasil pencapaian realisasi perpajakan di depan para pengusaha. Dia menyebut bahwa pencapaian pajak saat ini sudah sangat baik.

Pasalnya hingga 31 Desember penerimaan perpajakan mencapai Rp1.151 triliun atau 89,7% dari target sebesar Rp1.283,6 triliun di 2017. Capaian ini naik 4,08% dengan tax amnesty tapi jika tax amnesty dikeluarkan maka pertumbuhan pajak mencapai hingga 15,8%.

"Ini suatu kinerja yang ekstrimly baik. Pajak kalau tidak menggunakan tax amnesty dibersihkan karena itu pengaruhi maka pertumbuhan pajak masih 15%. Pajak kita 15%, pertumbuhan ekonomi 5,05% dan inflasi 3,5% effort nambah," ungkap Sri Mulyani di Kantornya, Jakarta, Senin (8/1/2018).

Selain itu dia memaparkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) PPh Migas mengalami pertumbuhan karena harga minyak di atas asumsi 119%.

"Basis penerimaan cukup kuat. PPN tumbuh 16% pajak keseluruhan 12%. Kalau di break down by sektoral tumbuh kuat di atas 10%," jelasnya.

Selain itu, di belanja modal mencetak rekor positif karena untuk pertama kalinya selama 3 tahun terakhir realisasi bisa mencapai di atas 90% yakni 92%. "Rata rata realisasi belanja modal 80%-83% ini ada quality perencanaan dan eksekusi meningkat. APBN sehat informasi ke masyarakat pelaku ekonomi," katanya.

Dengan capaian ini, Sri Mulyani kembali memamerkan kepada pengusaha hingga ekonom yang hadir di kantornya bahwa defisit bisa dijaga jauh di bawah target sebesar 2,92% di 2017. Realisasi defisit anggaran sepanjang Januari hingga Desember 2017 sebesar 2,42%.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini