nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sandiaga Uno Janjikan 1 BUMD IPO Tiap Tahun

Ulfa Arieza, Jurnalis · Selasa 02 Januari 2018 15:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 02 278 1838893 sandiaga-uno-janjikan-1-bumd-ipo-tiap-tahun-QMdlFB8CtS.jpg Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno akan mendorong satu Badan Usaha Milik daerah (BUMD) melantai di pasar modal tiap tahunnya. Dengan demikian, ada lima BUMD yang akan melantai selama masa kepemimpinan mereka.

Hal tersebut telah dia sampaikan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Keuangan Sri Mulyani, serta Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso saat pembukaan perdagangan perdana di pasar modal.

"Salah satu KPI (key performance index) kita di Pemprov agar menjadi BUMD yang memiliki governance yang baik, dan benchmarkingnya teknis dengan perusahaan terbaik di Indonesia dan juga Kawasan Asia Tenggara," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (2/1/2017).

"Tadi baru saja kami berikan komitmen bahwa kami akan membawa paling tidak satu BUMD per tahun selama kepemimpinan Anies-Sandi. Jadi sekira ada lima BUMD yang akan kita targetkan untuk IPO di 2017-2022," imbuh dia.

Baca Juga: Harapan Menko Darmin: Tahun Depan 50 Perusahaan IPO

Kendati demikian, Sandiaga belum dapat memastikan BUMD pertama yang akan dihantarkan ke pasar modal. Sandiaga menyerahkan kesiapan IPO kepada masing-masing BUMD. Dia mendorong setiap BUMD untuk mulai mempersiapkan diri menjadi perusahaan terbuka.

"BUMD ini harus memiliki kemampuan untuk mengakses pasar modal. Berarti mereka harus meningkatkan governancenya, meningkatkan kemampuan mereka secara manajemen secara legal baik, bisnis plannya masih menarik dan prospeknya masih bagus," papar Sandi.

Baca Juga: BEI: 4 Perusahaan Siap Melantai di 2018, Ini Daftarnya

Dia menyatakan, Pemprov DKI akan menentukan lima BUMD terbaik yang memenuhi persyaratan go public dari total 26 BUMD DKI Jakarta. Hal tersebut diharapkan dapat menjadi penggerak pembangunan DKI Jakarta.

Sementara itu dari porsi saham, Sandiaga mengklaim Pemprov DKI akan memiliki porsi saham yang berbeda tiap BUMD. "Seperti di Delta Jakarta kita di bawah 50% sedangkan di PD Pembangunan Sarana Jaya kita di 25%," jelas Sandiaga.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini