nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tahun Ini REI Bangun 15.000 Rumah di Riau

ant, Jurnalis · Rabu 03 Januari 2018 10:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 03 470 1839239 tahun-ini-rei-bangun-15-000-rumah-di-riau-XhWXUSkPC8.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

PEKANBARU - Asosiasi pengembang perumahan yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Riau menargetkan akan membangun 15.000 rumah di seluruh kabupaten/kota setempat pada 2018.

"Target kita di tahun ini ada 15.000 rumah dengan 80 %nya tersebar di daerah penyangga Kota Pekanbaru seperti Pekan Sikawan (Pekanbaru, Siak, Kampar dan Pelalawan) dan 20 % kabupaten lainnya," kata Ketua REI Riau Nursyafri Tanjung di Pekanbaru, Rabu (3/1/2018).

Nursyafri Tanjung menjelaskan dari target 15.000 unit rumah yang akan dibangun tersebut terbesar atau sebanyak 12.500 unit rumah dibangun bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Provinsi Riau pada tahun 2018.

Baca Juga: Angka Backlog Masih Tinggi, Cicilan Rumah Pakai Tapera Diluncurkan Tahun Depan

Sementara sisanya perumahan komersil sebanyak 2.500 unit. Ia menjelaskan REI tetap akan menjadikan pembangunan rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah sebagai sasaran utama program. Hal ini ditopang dari keberhasilan pihaknya pada tahun lalu membangun MBR sebanyak 10.000 unit.

"Tahun 2017 lalu, REI Riau berhasil membangun 10.000 unit rumah, bahkan lebih dari target, " tuturnya.

Beranjak dari situ dirinya juga optimis pembangunan perumahan di Riau cukup baik pada tahun 2018. Mengingat kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah terhadap rumah bersubsidi cukup tinggi.

Baca Juga: Kontribusi Sektor Perumahan terhadap PDB Baru 2,8%, Masih Banyak Ruang Bisnis Bisa Dikembangkan

Apalagi secara regulasi masyarakat untuk membayar uang muka (down payment) perumahan tidak dipersulit bahkan mengalami penurunan. 

"Sebab pedoman regulasi untuk DP perumahan MBR masih mengacu pada 2017," imbuhnya.

Karenanya dia yakin dan optimis mampu mencapai target membangun 15.000 unit rumah di Riau, berangkat dari hubungan kerjasama yang telah berhasil dibangun REI bersama beberapa pihak, khususnya bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat dalam hal percepatan administrasi sertifikat tanah dan perumahan.

"Kemudian kami juga telah melakukan jalinan kerja sama dengan perusahaan listrik negara atau PLN dalam segi penerangan," katanya pula.

Baca Juga: Stasiun KRL Juanda Bakal Dilengkapi Rusun, Nilai Investasinya Rp300 Miliar

Dukungan dari PLN sambung dia pula antara lain pola pembayaran uang muka 50 % yang disetor ke bank yang bekerja sama dengannya, kemudian akan ditindaklanjuti dengan pemasangan jaringan listrik 100 % sehingga rumah sudah siap dengan aliran listrik. Pelunasan biaya listrik bisa dilakukan sepekan setelah itu.

"Sementara untuk dukungan pemerintah kabupaten dan kota berupa pemberian IMB sementara. Untuk dukungan BPN, terkait kerja sama dengan REI yang melahirkan fakta integritas dengan komitmen mendukung kepemilikan rumah bagi MBR," tambahnya.

Untuk wilayah Ia menambahkan lagi ke depan pihaknya akan memfokuskan pembangunan perumahan MBR di Kabupaten Kampar, karena berpotensi dalam pengembangan daerah serta pembangunan perumahan di Riau. Untuk itu REI berharap pemerintah daerah setempat mendukung program tersebut. Misalkan melalui kemudahan regulasi dan retribusi.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini