Image

Sri Mulyani Heran Pengusaha Tak Minati Tax Holiday

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Senin 08 Januari 2018, 21:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 08 20 1841981 sri-mulyani-heran-pengusaha-tak-minati-tax-holiday-XfApT7iY34.jpg Foto: Lidya Julita Sembiring/Okezone

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan akan mencari penyebab mengapa para pengusaha tidak berminat untuk memanfaatkan insentif pajak yang diberikan Pemerintah, mulai dari tax holiday maupun tax allowance.

Untuk itu, Sri Mulyani meminta Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Ditjen Pajak hingga Ditjen Bea Cukai untuk meneliti kenapa tidak ada yang berminat menggunakan insentif tersebut.

Baca Juga: Target Penerimaan Pajak 2018: Ambisius dan Sulit Tercapai

"2017 walaupun kita sudah mencadangkan tax allowance dan tax holiday, nggak ada satu pun yang apply, kenapa? apa tidak menarik atau perlu insentif lain. Kita lihat apa sih kondisi yang bisa mentrigger mereka untuk ekspansi. saya minta pak Robert untuk melayani masyarakat secara baik," ungkapnya di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Senin (8/1/2018).

Sri Mulyani mengatakan akan terus bekerjasama dengan Kementerian lain apakah ada kebijakan fiskal lain untuk kembali meningkatkan produksi. Karena banyak yang enggak memanfaatkan ini sehingga Sri Mulyani sendiri penasaran apa yang menyebabkan banyak yang tak berminat.

Baca Juga: Kejar Pajak, Pertukaran Data Nasabah Bank Dioptimalkan

Padahal, Sri Mulyani insentif di bidang perpajakan ini diberikan untuk memberikan keuntungan bagi pelaku usaha. Selain itu, ini juga dirancang sejak lama.

"Ya enggak ada yang apply. Itu yang kita mau tau aja. Itu kan sebenarnya formulasi yang sudah diformulasikan cukup lama selama ini. Lebih dari hampir 10 tahun waktu saya jadi Menkeu dahulu kala," jelasnya.

Baca Juga: Kementerian ESDM Sumbang Rp178,1 Triliun untuk Penerimaan Negara

"Waktu itu disusun berdasarkan masukan juga dari BKPM, industri dan mereka mengatakan itu bentuk insentif yang diperlukan, seperti depresiasi yang dipercepat, berbagai hal yang kita masukkan. Lost carry forward. Beberapa hal itu mungkin kita perlu review saja lagi, sekarang ini sebetulnya kebutuhan industri apa," imbuhnya.

Menurutnya, sudah banyak perubahan hampir dalam 10 tahun lalu. Di mana dia menilai mungkin ini yang membuat pelaku usaha tidak berminat karena sudah banyak perubahan dan keinginan lain.

"Kalau tadi masukannya mengenai daya kompetisi kita, adalah labour weight, ada masalah bahan baku, ya kita akan lihat. Kalau halangannya banyak hal lain, ya kita akan dengar dan nanti akan disampaikan kepada Menteri yang lain. Kan tidak semua persoalannya itu soal keuangan," tukasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini