nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jika Harga Beras Tak Turun dalam 2 Hari, Mendag Bakal Cek Pedagang Hingga Distributor

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 09 Januari 2018 10:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 09 320 1842148 jika-harga-beras-tak-turun-dalam-2-hari-mendag-bakal-cek-pedagang-hingga-distributor-Bhxxp7lNBD.jpeg Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita: (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita hari ini telah meluncurkan operasi pasar (OP) untuk beras yang dilakukan oleh PT Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog).

Operasi pasar ini dimaksudkan menekan harga beras yang melambung hingga ke Rp13.000 per kilogram, melampaui harga eceran tertinggi (HET) Rp9.450 per kilogram. Adapun beras yang dijual dalam OP ini berkualitas medium dengan harga Rp9.300 per kilogram.

Mendag mengatakan, usai OP ini akan terus dilakukan pemantauan pergerakan harga beras dalam 1-2 hari ke depan.

Baca Juga: Pukul Mundur Harga Beras, 20.000 Ton Beras Digelontorkan dalam Operasi Pasar

"Dengan diluncurkannya ini maka kita akan lihat 1-2 hari. Ini harusnya harga akan langsung turun kembali, jadi terkendali," ujar Enggar di Gudang Perum Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (9/1/2018).

Dia menyatakan, apabila dalam kurun waktu 2 hari tersebut harga beras tak kunjung turun, maka akan dilakukan tindakan tegas dengan melakukan pengecekan dari pedagang hingga distributor.

"Kalau tidak (harga beras turun) kita akan cek betul dari pedagang sampai ke atas, dari distributor 1, 2, 3, kita akan lihat penyebab kenaikan disparitas harga yang tinggi ini," tegasnya.

Dalam OP ini, Enggar menjelaskan turut bekerja sama dengan kepolisian Indonesia. Dia memastikan Satuan Petugas (Satgas) pangan akan melakukan pengawalan dengan ketat sehingga diharapkan tidak dilakukan penimbunan.

Baca Juga: Stok 958.000 Ton, Bulog: Kami Tidak Ingin Katakan Beras Kurang

"Enggak ada yang berani timbun. Polisi sekarang punya data yang lengkap. Sekarang dengan pola seperti ini dan dengan ada perintah dari Pak Kapolri dengan pemantauan melalui satgas, semua daerah akan tertangani," ujar dia.

Dia mengharapkan dengan adanya OP ini mampu menekan harga beras, pasalnya secara perhitungan, harga beras harusnya tak setinggi harga saat ini.

Baca Juga: Beras di Bangka Belitung Langka, Ini Penyebabnya

"Tetapi mekanisme pasar akan berbicara dengan adanya beras medium ini, maka rakyat akan ada pilihan. Sebab sasaran kita kepada masyarakat yang memang membutuhkan beras medium ini," jelas dia.

Untuk diketahui, dalam peluncuran OP ini, Mendag didampingi oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahya Widayanti, Sekretaris Jenderal Kemendag Kariyanto Supri, Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti dan Inspektur Jenderal Kemendag Srie Agustina.

(ulf)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini