Share

Lifting Minyak Indonesia Cuma Balik Modal 60%

Feby Novalius, Okezone · Selasa 09 Januari 2018 15:36 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 09 320 1842356 lifting-minyak-indonesia-cuma-balik-modal-60-xtlMRj65sf.jpg Ilustrasi Minyak Mentah. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Realisasi lifting minyak bumi tahun 2017 tidak capai target. Diperoleh 803,8 ribu BOPD (Barel Oil Per Day) atau 98,6% dari target APBN-P 2017 sebesar 815 ribu BOPD. Hal ini mempengaruhi cadangan minyak Indonesia yang terus turun.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Ego Syahrial mengakui, penemuan kilang minyak yang baru belum bertambah, malahan semakin berkurang. Terlihat dari produksi minyak 800 ribu barel per hari.

"Kita sedot 1 barel ketemu penggantinya 0,6 barel. Tadinya cadangan migas 3,6 miliar sedikitnya, turun 40% karena sebagian diproduksikan,"ujarnrya, di Ruang Sarulla, Gedung Sekjen Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (9/1/2018).


Baca Juga: Naikkan Produksi Jadi 360 Ribu Barel, Menteri Jonan Modifikasi Kilang Balikpapan

Meski turun, Ego yang juga menjabat sebai Sekertaris Jenderal Kementerian ESDM, memastikan bahwa cadangan minyak Indonesia tidak habis. Pasalnya, dari 128 cekungan migas baru 40%-45% betul disentuh baik eksplorasi hingga produksi dan tidak menghasilkan apa-apa.

"Ada potensi 50% dari 128 cekungan itu yang mayoritas di timur dan selama ini belum di apa-apakan. Itu jadi target kita melalaui lelang WK. Nah ini dikerjakan ke depan," tuturnya.

Ego mengatakan, pemerintah tentu berupaya meningkatkan cadangan minyak tersebut. Salah satunya merubah rezim cost recovery menjadi gross split, dengan tujuan supaya kontraktor lebih efisien menggiatkan kegiatan eksplorasi. "Indikatornya sudah ada dari 7 joint study (WK) yang ditawarkan, 5 di antaranya masuk (diminati)," kata dia.


Baca Juga: Top! Kilang Cilacap Pertamina Berhasil Produksi Dexlite

Cadangan minyak memang berkurang, namun pemerintah tetap berupaya supaya reservereplacemen yang saat ini 60% bertambah. "Dengan lelang WK migas, kita harapkan angka 0,6 barel naik terus hingga idealnya 1 barel," tukasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini