Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ratu Prabu Minta Bantuan Amerika dan China Garap Proyek LRT

Ulfa Arieza , Jurnalis-Selasa, 09 Januari 2018 |17:38 WIB
Ratu Prabu Minta Bantuan Amerika dan China Garap Proyek LRT
Direktur PT Ratu Prabu Energi Burhanuddin Bur Maras. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) berencana membentuk konsorsium untuk membangun megaproyek light rail transit (LRT). Konsorsium ini terdiri dari pihak-pihak yang ikut andil pembangunan LRT, baik dari pihak konsultan proyek maupun kontraktor pembangunan LRT.

Direktur PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) Burhanuddin Bur Maras mengungkapkan, sebelum akhirnya menyampaikan niatnya membangun LRT,terlebih dulu dia telah melakukan studi. Salah satu yang masuk dalam konsorsium tersebut adalah konsultan infrastruktur kenamaan dari Amerika Serikat Bechtel Infrastructure.

"Konsorsium yang terlibat belum tahu tapi leadernya tetap dari Ratu Prabu Energi. Kita akan mengajukan kepada Bechtel dan juga China," ujarnya di Kantor Ratu Prabu I, di Jakarta, Selasa (9/1/2017).

Dalam proyek ini, pihak China juga akan terlibat, baik dari sisi pendanaan maupun pengerjaan proyek LRT. Dari sisi pendanaan, Burhanuddin menyebut China melalui Exim Bank China akan mengcover semua pembiyaan, meskipun belum ada kesepakatan hitam di atas putih.

Baca Juga: Ratu Prabu Ingin Bangun LRT, Ini 3 Syarat dari Menko Luhut

Sementara untuk kontraktor proyek, lanjut dia, Ratu Prabu akan mempercayakan kepada kontraktor China yaitu, China Railway Construction Corporation.

Perlu diketahui bahwa China Railway Construction Corporation adalah kontraktor yang mengerjakan proyek LRT dari Mongolia ke Tibet. Di mana saat ini, pengerjaan proyek tersebut telah usai.

"Jadi menguntungkan kita dan menguntungkan China. Mereka sangat antusias dengan proyek ini. Mereka sudah selesai bangun kereta dari Mongolia ke Tibet. Jadi puluhan ribu pekerja terlatih di China dan ini sudah selesai semua," jelas Bur Maras.

Baca Juga: Ratu Prabu Ingin Bangun LRT, Menhub Juga Ajukan 3 Syarat

"Mereka mau PHK massal. Peralatan gimana, ya mau digudangkan. Jadi, kalau dapat proyek ini tidak jadi PHK masal. Dengan China kita sudah menerima email tapi belum tanda tangan," tambah dia.

Namun, dia menyebutkan bahwa dalam konsorsium tidak menutup peluang bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang akan bergabung. Sementara ini, Burhanuddin Bur Maras telah mempresentasikan hasil studi proyek LRT kepada Kementerian Perhubungan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement