Harga Beras Terus Naik, Pedagang Pasar Induk Tuding Mentan Bohongi Publik

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 11 Januari 2018 20:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 11 320 1843656 harga-beras-terus-naik-pedagang-pasar-induk-tuding-mentan-bohongi-publik-PaV6kegEeG.jpg Ilustrasi Beras (Foto: ANT)

JAKARTA - Pedagang Pasar Induk Beras Cipinang menilai Kementerian Pertanian (Kementan) sudah membohongi publik. Pasalnya, harga beras kelas medium sudah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp9.450 per kilogram (kg) terjadi karena pasokan beras berkurang.

Ketua Umum Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang Zulkifly Rasyid pun mempertanyakan, mana beras surplus dan aman yang disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Di mana kondisi saat ini pasokan untuk Pasar Induk Beras Cipinang berkurang.

"Kita mau nilai Mentan, anggap orang bodoh semua atau bagaimana. Jujur saja, saya lihat dia yakin akhir bulan ini mau panen raya, kemudian Febuari panen itu di mana. Ini adalah pembohongan publik," ujarnya kepada Okezone.


Baca Juga: Pedagang Beras Pertanyakan Surplus Versi Mentan

Berdasarkan proyeksi data produksi dan konsumsi beras Kementerian Pertanian selama Januari-April 2018. Pada Januari produksi beras mencapai 4,5 juta ton gabah kering giling (GKG) dengan ketersedian beras sebanyak 2,8 juta ton dan konsumsi beras 2,5 juta ton. Artinya ada surplus beras sebanyak 329,320 ton.

Pada Febuari 2018, produksi meningkat menjadi 8,6 juta ton GKG dengan ketersediaan beras sebanyak 5,4 juta dan konsumsi beras 2,5 juta ton. Dengan surplus beras 2,9 juta ton. Pada Maret produksi berat kembali meningkat 11,9 juta ton GKG , dengan ketersedian beras sebanyak 7,47 juta ton dan konsumsi 2,5 juta ton. Artinya surplus 4,971 ton.

Baca Juga: Pedagang Beras: Mentan Ngomong Surplus di Kantor dan di Tempat Panen

Zulkifly mengatakan, dari data pemerintah klaim bahwa pasokan beras selalu ada bahkan surplus. Namun fakta di lapangan tidak benar, karena harga beras kelas medium justru merangkak saat ini.

"Jadi sekarang kita mau berpengang mana, yang katanya Mentan surplus mana. Datanya mana? Kalau datanya benar kan barang ada. Kalau data enggak benar kan gitu," ujarnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini