OJK Sebut 2 Perusahaan Minat Terbitkan Green Bond, Siapa Saja?

Ulfa Arieza, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 14:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 12 278 1844076 ojk-sebut-2-perusahaan-minat-terbitkan-green-bond-siapa-saja-oo2KoldRny.jpg Ilustrasi BEI. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhir tahun lalu menerbitkan Peraturan OJK (POJK) tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan atau Green Bond. Ternyata, minat perusahaan untuk menerbitkan green bond cukup tinggi.

"(Green bond) minatnya banyak, yang aku tahu yang sudah datang ke saya dua," ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat (12/1/2018).

Akan tetapi, sesuai dengan regulasi yang berlaku, Hoesen tidak dapat menyebutkan nama perusahaan. Menurutnya, perusahaan yang berminat dengan surat utang baru itu adalah perusahaan yang konsen terhadap isu lingkungan. "Perusahaan yang berkaitan dengan lingkungan hidup, ini lebih ke konservasi alam," kata dia.

Sementara itu, Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Loto Srinata Ginting mengatakan, banyak investor mulai mengalokasikan dana untuk instrumen-instrumen investasi ramah lingkungan.


Baca Juga: Daftar 10 Saham yang Kenaikannya Paling Tinggi di Sepanjang 2017

Akan tetapi, tidak sembarang perusahaan dapat menerbitkan green bond. Investor baik swasta maupun pemerintah, kata dia, sudah mulai mengeksplorasi untuk merumuskan produk-produk yang sesuai dengan kualifikasi green bonds.

"Nanti untuk itu dikategorikan sebagai green bonds ada evaluatornya, dia ada assesornya. Kalau kita sudah punya green bonds framework, kalau dapat diapprove oleh assesor, produk bonds kita sudah bisa dikatakan eligible sebagai green bonds sehingga investor juga merasa nyaman yang dia beli itu green bonds," jelas dia.

Tidak hanya green bonds, beberapa daerah juga mulai mempelajari obligasi daerah atau municipal bonds. Sama dengan grren bond,municipal bonds adalah produk baru yang diluncurkan OJK.

Hoesen menyebut, saat ini OJK terus melanjutkan sosialisasi mengenai obligasi daerah, karena ada daerah-daerah yang membutuhkan pembiayaan untuk pembangunan daerah. Akan tetapi, menurut Hoesen, penerbitan obligasi daerah perlu memperhatikan kesiapan masing-maisng daerah. "Minat sih banyak tapi kesiapannya kan mereka harus bangun kesiapan internalnya," kata Hoesen.

Baca Juga: BEI Bantah Dana Asing Keluar dari Indonesia, Begini Penjelasannya!

Untuk peraturan yang terkait dengan green bonds, OJK mengeluarkan POJK No.60/POJK.04/2017 Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (Green Bond). POJK ini diterbitkan sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang untuk mewujudkan Indonesia asri dan lestari melalui antara lain pemanfaatan ekonomi sumber daya alam dan lingkungan yang berkesinambungan.

Untuk diketahui, terkait penerbitan obligasi daerah, OJK mengeluarkan tiga ketentuan, meliputi:

1. Peraturan OJK Nomor 61/POJK.04/2017 tentang Dokumen Penyertaan Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum Obligasi Daerah dan /atau Sukuk Daerah

2. Peraturan OJK Nomor 62/POJK.04/2017 tentang Bentuk dan Isi Prospektus dan Prospektus Ringkas Dalam Rangka Penawaran Umum Obligasi Daerah dan/atau Sukuk Daerah

3. Peraturan OJK Nomor 63/POJK.04/2017 tentang Laporan dan Pengumuman Emiten Penerbit Obligasi Daerah dan/atau Sukuk Daerah.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini