Image

Pertamina Hulu Mahakam Perdana Kapalkan Minyak Mentah

Amir Sarifudin , Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018, 17:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 12 320 1844211 pertamina-hulu-mahakam-perdana-kapalkan-minyak-mentah-5THwkcycRE.jpg Foto: (Amir/Okezone)

BALIKPAPAN - Pertamina Hulu Mahakam (PHM) lakukan pengapalan minyak mentah dari Terminal Senipah hari ini. Pengapalan ini perdana dilakukan sejak PHM menjadi operator di Wilayah Kerja Mahakam per 1 Januari 2018 lalu.

Vice President Field Operation PHM Anto Sunaryanto mengatakan, pengapalan minyak mentah dilakukan untuk pembeli domestik PT Pertamina Integrated Supply Chain dari Terminal Senipah yang merupakan bagian dari Lapangan Senipah Peciko South Mahakam atau SPS.

Baca Juga: Pertamina Ditantang Ajukan Penawaran Terbaik untuk 4 Blok Terminasi

"Pengapalan perdana berupa Handil Mix Crude dengan volume 150 ribu barel dan diangkut menggunakan kapal tanker Gede milik Pertamina dengan tujuan Kilang Minyak Pertamina Refinery Unit V di Balikpapan. Lapangan SPS ini merupakan terminal utama untuk lifting minyak mentah dan kondensat di blok migas ini," katanya, Jumat (12/1/2017).

Pengapalan perdana minyak mentah kepada pembeli domestik, menunjukkan bahwa alih kelola Wilayah Kerja Mahakam dari Total E&P Indonesie ke PHM berjalan dengan lancar. "Ini merupakan wujud dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri," imbuhnya.

Baca Juga: Menteri Jonan Minta Menkeu Segera Bayar Utang Subsidi ke Pertamina

Penyaluran minyak mentah  dan kondensat dari Terminal Senipah ke tanker MT Gede dilakukan menggunakan fasilitas Single Buoy Mooring yang berada sekitar 11 km dari pantai dan dioperasikan oleh PT PHM sendiri. Sedangkan Handil Mix Crude adalah salah satu dari dua jenis minyak mentah yang juga diproduksi langsung oleh PHM.

"Ada pula Bekapai Crude Oil  yang diproduksi dari Lapangan Bekapai. Namun PHM secara tidak langsung juga memproduksi Badak Crude Oil yang merupakan produk unitisasi dari lapangan Badak yang dioperasikan oleh Vico Indonesia," ungkap Anto.

Selain minyak mentah, PHM juga memproduksi kondensat yakni Senipah Condensate dan Bontang Return Condensate "Khusus untuk pengapalan Bontang Return Condensate dan Badak Crude Oil dilaksanakan dari Terminal Santan yang dioperasikan oleh Chevron Indonesia," lanjutnya.

Baca Juga: Pertamina Butuh Dana USD7 Miliar Kembangkan Energi Terbarukan Hingga 2040

Wilayah Kerja Mahakam ditargetkan memproduksi 42 ribu barel minyak mentah dan kondensat per hari dan akan di-lifting melalui 68 kali pengapalan dari Terminal Senipah serta 9 kali dari Terminal Santan. Target itu sesuai dengan Program Kerja dan Anggaran 2018 untuk Wilayah Kerja Mahakam.

"Seluruh produksi minyak mentah dan kondensat dari WK Mahakam akan dialokasikan ke kilang-kilang minyak dalam negeri milik Pertamina seperti RU V Balikpapan, RU IV Cilacap. Sementara untuk Bontang Return Condensate dikapalkan ke kilang TPPI Tuban," sebutnya.

Ke depan, PHM juga akan mengebor beberapa sumur baru di lapangan Handil dan lapangan lainnya sehingga dipastikan akan ada penambahan produksi. "Tahun ini target 69 sumur dan sumur ke 15 baru selesai kemarin dan saat ini menuju ke sumur 16 yang mayoritas sumur gas," pungkasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini