Image

Mentan Amran: Masih Ada Beras di Cipinang, Produksi 2017

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 18:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 12 320 1844258 mentan-amran-masih-ada-beras-di-cipinang-produksi-2017-JiSi5Zf2Nu.jpg Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita secara mengatakan akan melakukan impor beras khusus dari Thailan dan Vietnam. Impor beras ini dijadwalkan masuk pada akhir bulan Januari 2018. Impor juga dilakukan untuk meredam lonjakan harga beras di pasaran yang memberatkan masyarakat.

Namun, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa Indonesia tidak akan melakukan impor beras karena produksi yang surplus. Bahkan dia menyebutkan, tahun ini merupakan tahun keempat RI sudah tidak melakukan impor lagi.

Mentan Amran menjelaskan suplus yang dimaksud adalah karena saat ini Indonesia telah melakukan swasembada beras sehingga sampai dengan 2017 pemerintah sepakat untuk tidak ada impor. Bahkan Mentan Amran bersikeras di tahun ini juga tidak akan melakukan impor.

"Saya jelaskan soal surplus, kalau saya pakai data ini (Data Kementan) pasti dikatakan data ini berbeda dimana-mana. Surplus menggunakan logika berpikir bahwa 2016 kita sepakat enggak ada impor, juga 2017 enggak ada impor, berarti swasembada," kata dia di Jakarta, Jumat (12/1/2018).


Baca Juga: Mendag: Pedagang Beras Cipinang Bilang Kekurangan Pasokan

"Ada yang mengatakan surplus. Ini bahasanya mudah dipahami, 2 tahun (enggak ada impor). Ini tahun ketiga (2018) enggak ada impor," tambah dia.

Mentan Amran mengklaim hingga saat ini stok beras masih ada di pasaran. "Masih ada beras kan di Cipinang, itu adalah produksi tahun 2017. Jadi kita pakai logika aja, kita 2016-2017 kita enggak impor," jelasnya.

Baca Juga: Harga Beras Mahal, Mendag Segera Gelar Operasi Pasar di 2.500 Titik

Sementara itu, Mentan juga menegaskan bahwa bulan depan sudah ada panen besar-besaran sehingga produksi akan melimpah dan stok beras dipastikan aman.

"Saya ulangi sedikit, masalah produksi tanaman panen. Satu, Oktober ini musim hujan. Oktober musim hujan berarti umur padi tiga bulan, maka Oktober, November, Desember dan Januari panen, Insya Allah Februari panen puncak," tukasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini