Image

Mendag: Pedagang Beras Cipinang Bilang Kekurangan Pasokan

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018, 18:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 12 320 1844255 mendag-pedagang-beras-cipinang-bilang-kekurangan-pasokan-75EG3Yz3yy.jpg Menteri Perdagangan Enggartisto Lukita. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan memutuskan untuk membuka keran impor beras pada tahun 2018 ini. Tercatat sebanyak 500.000 ton beras asal Vietnam dan Thailand akan masuk ke Indonesia pada akhir Januari 2018 ini.

Impor beras ini dilakukan untuk menekan harga beras yang belakangan semakin melambung. Hal itu dikarenakan stok beras yang ada di pasaran terbatas.

Menteri Perdagangan Enggartisto Lukita mengatakan, keputusan untuk mengimpor beras dinilai cukup berat. Pasalnya setelah dua tahun stok beras Indonesia mencukupi, barulah pada tahun 2018 ini stok beras mengalami krisis.

Menurutnya, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya sebelum memutuskan untuk melakukan impor beras. Salah satunya dengan melakukan operasi pasar secara rutin sejak bulan November 2017 lalu.

Baca Juga: Harga Beras Mahal, Mendag Segera Gelar Operasi Pasar di 2.500 Titik

Bahkan, dirinya memaksa pedagang untuk menyerap beras yang berasal dari Perum Badan Urusan Logistik (Bulog). Di mana beras miliki Bulog memiliki harga yang relatif murah.

"Daerah yang harganya tinggi, kita wajibkan seluruh pedagang beras yang ada di pasar itu untuk menjual beras Bulog dengan harga di bawah HET. Daerah yang tidak mau, yang mereka mengatakan masih cukup saya langsung hubungi mereka," ujarnya dalam acara bincang santai di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Namun lanjut Enggar, digelarnya operasi pasar belum juga mampu menurunkan harga beras di pasaran. Karena menurutnya stok beras yang ada dinilai sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Kemendag Impor Beras Thailand Akibat Harga yang Terus Naik

Oleh karena itu lanjut Enggar, dirinya terpaksa melakukan impor beras lagi setelah selama dua tahun belakangan tak dilakukan. Pasalnya, impor tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan beras dipasaran yang dinilai kurang sehingga harga jual bisa terjaga.

"Hari pertama masih belum ada, hanya bisa menghentikan kenaikan yang tajam belum bisa menurunkan harga. Saya mengundang berhubungan. Saya mengundang yang berhubungan dengan pedagang besar, pedagang beras Cipinang dan mereka bilang kondisinya memang terjadi kekurangan pasokan untuk beras medium," jelasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini