Harga Beras Mahal, Mendag Segera Gelar Operasi Pasar di 2.500 Titik

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 18:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 12 320 1844241 harga-beras-mahal-mendag-segera-gelar-operasi-pasar-di-2-500-titik-XR2H5EjjS4.jpg Ilustrasi Beras (Foto: ANT)

JAKARTA - Kenaikan harga beras di pasaran membuat para pedagang dan konsumen menjerit. Dalam upaya menekan harga beras, Kementerian Perdagangan pun memutuskan melakukan impor 500.000 ton beras khusus asal Vietnam dan Thailand.

Menteri Perdagangan Enggartisto Lukita mengatakan, setelah melakukan impor, dia meminta kepada para pemasok (suplier) pedagang beras untuk melaporkan stok beras yang tersimpan di dalam gudang. Hal tersebut guna mencegah terjadinya penimbunan stok yang bisa berakibat terhadap kenaikan harga beras.

"Yang penting perusahaan itu mendaftar, gudang terdaftar dan posisi stok dilaporkan," ujarnya dalam acara ngobrol santai di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Lebih lanjut Enggar mengatakan, pihaknya juga akan memeriksa gudang-gudang untuk memastikan tidak ada penimbunan yang dilakukan oleh suplaier. Jika terbukti melakukan penimbunan, maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas.

"Kategori penimbunan adalah apabila di pasar kosong harga naik digudangkan banyak, nah Anda nimbun. Tapi kalau sekarang di pasar banyak, harga tidak naik digudangkan banyak silahkan," tutur dia.


Baca Juga: Mendag: Jangan Tahan Beras, Keluarkan dari Gudang!

Oleh karena itu, Enggar pun akan menerjunkan para staffnya dengan bekerja sama dengan Dinas Perdagangan di daerah untuk mendatangi gudang-gudang beras di daerah. Selain itu, pihaknya juga mengaku akan menggandeng petugas dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Pangan.

"Sekarang staff kita juga langsung turun bersama dengan Satgas, Dinas Perdagangan, kita periksa seluruh gudang dari penjual beras. Kita periksa gudang itu apakah ada penyimpanan atau tidak ada penyimpanan," jelasnya.

Selain meminta mendaftarkan stok berasnya, lanjut Enggar, upaya lain yang dilakukan juga dengan perluasan operasi pasar. Rencananya, operasi pasar akan diperluas hingga lebih ke 2.500 titik yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Memang terjadi kekurangan atau kelangkaan beras medium. Tapi dengan kenaikan beras medium ini juga mendorong naik beras premium. Atas dasar itu kami bersama Bologna kita tugaskan untuk memperluas operasi pasar," ungkap dia.

Baca juga: Kemendag Impor Beras Thailand Akibat Harga yang Terus Naik

Dalam operasi pasar tersebut, dia akan mewajibkan pedagang pasar untuk juga menjual beras dari Bulog. Dengan beras yang di beli dari Bulog, maka harga beras yang harus dijual pun harus dibawah dari Harga Eceran Tertinggi (HET). "Daerah yang tidak mau, yang mereka mengatakan masih cukup saya langsung hubungi mereka," katanya.

Menurut dia, saat ini kualitas beras eks Bulog memang di bawah varietas Indonesia, yakni IR 64. Sehingga pihaknya akan menurunkan harga jual beras kepada pedagang menjadi Rp9.000 per kilogram. "Atas dasar itu maka harga jualnya juga kami turunkan sehingga dibawah Rp9000 per kilogram untuk kualitas itu," tukas dia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini