Khawatir Beras Impor Dioplos, Alasan Kemendag Pilih PPI

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 19:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 12 320 1844284 khawatir-beras-impor-dioplos-alasan-kemendag-pilih-ppi-bchmLgvKwn.jpg Ilustrasi Beras (Foto: ANT)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan memutuskan untuk membuka keran impor beras khusus sebanyak 500.000 ton dari Vietnam dan Thailand. Dalam impor tersebut, Kemendag menunjuk PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sebagai perantara.

Menteri Perdagangan Enggartisto Lukita mengatakan alasan kenapa dirinya memilih PPI sebagai pelantara adalah karena untuk melakukan impor beras khusus hari menunjuk perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan nomor 1 tahun 2018 tentang ekspor impor beras.

Selain itu, dirinya juga ingin memastikan jika alokasi beras impor memiliki kualitas yang bagus. Hal itu juga guna menghindari anggapan beras impor tersebut dioplos sebelum didistribusikan ke pasaran.

"Supaya jelas nanti timbul lagi persoalan kalau Bulog dioplos dan sebagainya," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Baca Juga: Mendag: Pedagang Beras Cipinang Bilang Kekurangan Pasokan

Lebih lanjut Enggar mengatakan, alasan lainya kenapa dirinya lebih memilih PPI adalah karena PT PPI memiliki akses distribusi hingga ke lapisan paling bawah. Sedangan Bulog, tidak memiliki akses tersebut.

Dengan penunjukan PPI sebagai pintu juga bisa mengurangi cost saat pendistribusian beras import tersebut. Karena, pendistribusian kepada pedagang menjadi titik yang rawan karena membutuhkan biaya yang tinggi. "Dari situ kita masukin di market langsung. Saya sudah sampaikan dan sekaligus laporkan," jelasnya.

Dia menambahkan, beras impor asal Vietnam dan Thailand itu akan segera masuk pada akhir Januari 2018 nanti. Diharapkan dengan adanya stok tambahan tersebut, harga beras bisa ditekan.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini