JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) secara langsung telah meresmikan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Dengan demikian maka SUGBK siap untuk digunakan untuk melakukan pertandingan bola antara Tim Nasional Indonesia dan Islandia.
"Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, sore ini renovasi besar SUGBK saya nyatakan diresmikan dan dapat digunakan," ungkap Jokowi di GBK, Jakarta, Minggu (14/11/2018).
Adapun persemian dilakukan Jokowi bersama dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) serta didampingi oleh Menteri Kabinet Kerja dan pejabat lainnya serta Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo juga Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.
Menteri yang hadir adalah Menteri PUPR Basuki Hadimujono, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Kesehatan Nila Moelek, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menko Polhukam Wiranto, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi serta Menseneg Pratikno.
Baca juga: Menkeu Sempat Khawatirkan Penyelesaian Gelora Bung Karno
Selain itu, hadir pula Ketua Umum OJK Wimboh Santoso, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, Kepala Bekraf Triawan Munaf, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, serta Ketum PSSI Edy Rahmayadi.
Setelah peresmian, Presiden Jokowi langsung kembali ketempat duduk yang sudah disediakan untuk menyaksikan pertandingan bola antara Indonesia dan Islandia.
Seperti diketahui, Renovasi Stadion Gelora Bung Karno telah dikebut. Hal ini dilakukan untuk mengejar pelaksanaan Asian Games 2018. Harapannya, stadion kebanggaan rakyat Indonesia ini rampung tahun ini.
Baca juga: Diajak Tinjau Venue Asian Games, Sri Mulyani: Opening Ceremony Kapasitas Sangat Besar!
Di tengah proses renovasi tersebut, pemerintah mengungkapkan anggaran renovasi Stadion GBK membengkak. Hal itu dikatakan Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sri Hartoyo. Dia menyebutkan, total anggaran yang tersedia Rp2,6 triliun. Anggaran tersebut masih kurang lantaran adanya beberapa perubahan dan penyesuaian ketika proyek itu dikerjakan.
”Total anggaran tersedia sebesar Rp2,6 triliun masih minim karena adanya perubahan dan penyesuaian di lapangan,” kata Sri Hartoyo belum lama ini.