nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Akan Bagi-Bagi 7 Juta Sertifikat Tanah di 2018

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 18 Januari 2018 21:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 18 470 1847147 jokowi-akan-bagi-bagi-7-juta-sertifikat-tanah-di-2018-f9ExNiRbWU.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) naikan jumlah pembagian sertifikat tanah tahun ini sebanyak 7 juta. Masih ada sekira 80 juta bidang tanah di Indonesia yang belum tersertifikasi.

Kepala Negara mengatakan, pemberian sertifikat tanah kepada masyarakat akan memudahkan dalam mengakses sektor perbankan. Hanya saja, pembagian sertifikat tanah selama ini kurang digencarkan.

 Baca juga: Soal Pungli Sertifikasi Tanah, Menteri Sofyan Djalil: Kita Akan Bicara dengan Wali Kota

"Biasnya itu setahun 500 ribu sertifikat. 2017 saya target 5 juta diberikan nyatanya bisa, tapi proses diikuti di lapangan dan cek. Tahun ini naik 7 juta dan saya yakin tidak ada masalah. Tahun depan 9 juta dan saya yakin juga bisa," dalam pertemuan tahunan industri keuangan, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (18/1/2018).

Alasan menaikan berkali-kali lipat jumlah sertifikat tanah yang dibagikan, Jokowi mengatak, dari 126 juta bidang baru 46 juta di akhir 2016 yang tersertifikat. Masih ada 80 juta bidang tanah yang masih perlu diberikan.

 Baca juga: Jokowi ke Sofyan Djalil: Kalau Tak Capai Target, Tahu Sendiri Akibatnya

"Kalau setahun 500.000 berarti butuh 160 tahun baru selesai. Apa mau diteruskan saya minta 5 juta, 7 juta, 9 juta itu terus dikejar, ditelepon diawasi, diancem-ancem, gak saya copot. Bekerja itu kalau gak ada target, apa pegangan kita," tegasnya.

Dengan semakin banyak masyarakat memiliki sertifikat tanah, makan bisa mendapat skema kredit dari perbankan. Dengan demikian mampu menggerakkan perekonomian masyarakat lapisan bawah.

 Baca juga: Menteri ATR Beberkan 4 Kelompok yang Dapat Sertifikat Tanah

"Artinya kalau sertifikat di pegang. Saya sering tanya, kalau sudah pegang mau dipakai apa, terianya di sekolahkan pak. Saya titip kalau disekolahkan untuk agunan hati-hati, dikalkulasi. Kalau dapat kredit jangan beli mobil, biar gagah," tuturnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini