nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Turun, Pemerintah Perbanyak Penyerapan Karet dalam Negeri

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 22 Januari 2018 16:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 22 320 1848551 harga-turun-pemerintah-perbanyak-penyerapan-karet-dalam-negeri-y7Irzx4oME.jpg Kepala Balitbang Kementerian PUPR Dannis Hidayat Sumadilaga. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Koordinator bidang Perekonomian menggelar rapat koordinasi (Rakor) terkait dengan karet yang harganya tengah turun. Oleh sebab itu pemerintah akan mengupayakan menyerap seluruh hasil karet supaya membantu petani.

Kepala Balitbang Kementerian PUPR Dannis Hidayat Sumadilaga mengatakan, dalam rapat setiap kementerian diminta membuat rekomendasi produk-produk apa saja yang bisa mendukung penggunaan karet.

"Dari PU diminta pemikirannya, selama ini sudah berbicara setahun, dua tahun lalu kita sudah melakukan uji coba di antaranya karet alam itu bisa digunakan untuk meningkatkan kinerja aspal jalan," tuturnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (22/1/2018).

Baca Juga: Gapkindo: Harga Karet Akan Bagus, Syaratnya Minyak Sentuh USD50/Barel

Selain untuk aspal jalan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merekomendasikan supaya karet digunakan untuk pintu-pintu irigasi.

"Salam ini kan pintu irigasi tersier ada besinya, ada plat yang biasanya dari baja. Itu kita ubah jadi lembaran karet. Itu ternyata dilihat harganya lebih murah dan pemeliharan lebih mudah dan aman karena bukan besi," tuturnya.

Meski rekomendasi sudah disampaikan dalam rapat, Dannis mengatakan, hal ini perlu dukungan industri. Pasalnya, penggunaan karet untuk aspal dan pintu irigasi tidak bisa dalam bentuk mentah. "Jadi kita perlu dukungan dari industri, memproses dari mentah menjadi lembar-lembar bisa digunakan untuk itu." ujarnya.

Baca Juga: Keren! Ekspor Karet Sumut Naik 20,98% di Kuartal-I 2017

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Udara Moh Alwi menambkan, inti rapat bagaiman memanfaatkan hasil karet dalam negeri. Dari sisi Kementerian Perhubungan tentu bisa digunakan untuk prasana moda transportasi, baik laut, darat, kereta api dan udara.

"Bentuknya seperti contoh kaya di dermaga buat fender untuk sandar kapal tidak kena beton dan ombak. Untuk kendaaran juga karet semua, kereta biat peredam dan sebagainya," tuturnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini