Dengan demikian, dia berharap dapat mendorong keikutsertaan investor muda dalam bisnis emas. "Kita pengennya anak muda punya duit nih lulus sekolah buka kedai kopi harga investasinya bisa lebih mahal daripada buka toko perhiasan emas lho,"ujarnya
"Jadi kita kayanya mau mukai roadshow untuk franchise nih bahwa buka toko emas itu bukan punya generasi jaman jadul tapi generasi now juga sebenarnya bisa bisnis ini," imbuh dia.
Selain franchise, Hartadinata Abadi juga akan memanfaatkan e-commerce untuk penjualan. "Begitu online e-commerce nya jadi orang beli perhiasan kita bisa ngambil di ACC mana saja, juga bisa jual lagi di ACC mana saja," kata dia.
Sandra menyebut, demand untuk emas masih cukup tinggi. Tahu ini, perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 20%. Sepanjang tahun 2017 lalu, Sandra menyatakan target pendapatan sebesar Rp2,5 triliun terpenuhi, meskipun dia belum memaparkan tingkat pertumbuhan pendapatan.
"Tahun politik kan tahun depan, tahun ini kita optimistis karena kita sudah menjadi perusahaan terbuka, apapun yang kita lakukan kita udah enggak takut nih, urusan pajak, regulasi. Itu semakin luwes lah kita,"tandas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.