nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OJK Beberkan Pertumbuhan Kredit 2017 Tak Capai Target

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Selasa 23 Januari 2018 13:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 23 320 1848946 ojk-beberkan-pertumbuhan-kredit-2017-tak-capai-target-h73IoPsX8v.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan pertumbuhan kredit sepanjang tahun lalu bisa mencapai 11%. Namun nyatanya, di akhir 2017 pertumbuhan kredit tidak juga menyentuh double digit atau hanya mencapai 8,24% sepanjang 2017.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyatakan, ada beberapa pendorong yang bisa menaikkan pertumbuhan kredit dan ada juga faktor yang membuat pertumbuhan kredit masih lambat atau tidak sesuai dengan target.

 Baca juga: Rasio Kredit Bermasalah Perbankan Berpotensi Meningkat saat Pilkada

Wimboh menyebutkan, salah satu faktor penghambat adalah karena perbankan di minta terlebih dahulu untuk fokus merestrukturisasi kredit macet (non performing loan/NPL) di Indonesia yang masih tinggi di tahun lalu.

"kita tahu NPL di atas 3%, sekarang sudah turun 2,59%. Jadi penurunan drastis karena NPL tadi sudah direstrukturisasi, otomatis belum bisa dikasih kredit baru, karena dihapus dulu dari pembukuan. Ini yang sebabkan kredit enggak capai dari bisnis plan hanya 8,24%," ungkap Wimboh di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (23/1/2018).

 Baca juga: BI: Pertumbuhan Kredit 2017 8,1%

Wimboh juga menyebutkan pada tahun ini, pihaknya masih menghimbau perbankan untuk terus fokus menghilangkan kredit macet terlebih dahulu dari pembukuan nasabah seghingga saat NPL berkurang maka nasabah bisa mendapatkan kredit lagi.

Dengan langklah tersebut, maka Wimboh optimis pertumbuhan kredit di tahun ini bisa mencapai double digit sesuai target yakni 10%-11%. Terutama dengan kondisi perekonomian Indonesia yang semakin baik dari tahun lalu.

"Ini proses restrukturisasi masih jalan. Untuk 2018 yakin akan lebih baik karena penghapusan sudah enggak sebesar 2017 dan kondisi ekonomi baik. Kami akan upayakan," jelasnya.

 Baca juga: Banyak yang Diperhitungkan, Alasan Bunga Kredit Lebih Susah Turun ketimbang Deposito

Selain itu, faktor lainnya yang menyebabakan pertumbuhan kredit masih lambat karena penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) yang lebih mengutamakan sektor produktif.

"Pembiayaan selain infrastruktur juga pembiayaan dengan UMKM KUR ini kepada yang produktif dan aktifitas baru. Kan diciptakan klaster baru untuk kloning ke daerah lain di Indonesia. Dengan demikian alokasi KUR dengan faster akan targeted kepada petani, petambak dan nelayan baru," tukasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini