Dengan langklah tersebut, maka Wimboh optimis pertumbuhan kredit di tahun ini bisa mencapai double digit sesuai target yakni 10%-11%. Terutama dengan kondisi perekonomian Indonesia yang semakin baik dari tahun lalu.
"Ini proses restrukturisasi masih jalan. Untuk 2018 yakin akan lebih baik karena penghapusan sudah enggak sebesar 2017 dan kondisi ekonomi baik. Kami akan upayakan," jelasnya.
Baca juga: Banyak yang Diperhitungkan, Alasan Bunga Kredit Lebih Susah Turun ketimbang Deposito
Selain itu, faktor lainnya yang menyebabakan pertumbuhan kredit masih lambat karena penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) yang lebih mengutamakan sektor produktif.
"Pembiayaan selain infrastruktur juga pembiayaan dengan UMKM KUR ini kepada yang produktif dan aktifitas baru. Kan diciptakan klaster baru untuk kloning ke daerah lain di Indonesia. Dengan demikian alokasi KUR dengan faster akan targeted kepada petani, petambak dan nelayan baru," tukasnya.
(Dani Jumadil Akhir)