Share

Pembebasan Lahan Beres, Bandara Kulon Progo Dibangun Maret 2018

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 26 Januari 2018 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 26 320 1850634 pembebasan-lahan-beres-bandara-kulon-progo-dibangun-maret-2018-e6AsCteVdJ.jpeg Foto: Yohana/Okezone

YOGYAKARTA - PT Angkasa Pura I akan terus menggenjot proses pembangunan Bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) di Temon, Kulonprogo atau yang biasa disebut Bandara Kulonprogo, meski masih terkendala pembebasan lahan. Hal ini dikarenakan Izin Penetapan Lokasi (IPL) bandara ini akan berakhir pada Maret mendatang.

General Manager Bandara Adi Sutjipto Agus Pandu Purnama mengatakan pembahasan lahan akan selesai pada Januari-Februari, sehingga proses pembangunan dapat segera dilakukan sebelum IPL berakhir.

"Ini pembebasan lahan selesai Januari-Februari, ini kalau selesai kita langsung lakukan pembangunan," ujar Agus di Kantor Angkasa Pura I Yogyakarta, Jumat (26/1/2018).

Baca Juga: Bandara Kulon Progo Dirancang Tahan Gempa 8,8 SR dan Aman Tsunami

Dia menjelaskan untuk memulai proyek pembangunan Bandara Kulonprogo perlu melakukan pembebasan lahan dari 2.700 kepala keluarga (KK). 2.700 KK tersebut tersebar di 19 dusun dan 5 desa yang tersebar di Temon, Kulonprogo. Namun terdapat 32 KK yang masih enggan menyerahkan tanahnya pada negara.

"Mereka belum sepaham dengan kita tentang pembangunan bandara ini. Tidak sepaham dengan semangat kita membangun prasarana umum," ujarnya.

Selain itu, kata Agus, ada pengaruh dari aktivis yang membuat masyarakat seakan harus mempertahankan haknya. Hal ini kata dia, yang menjadi kendala untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat tersebut.

Kendati demikian, Agus mengatakan akan terus melakukan pendekatan kepada masyarakat yang menolak melalui kerabatnya. Di mana dari 98 KK yang telah menyetujui pembebasan lahannya merupakan kerabat dari 32 KK yang masih menolak.

"Warga yang tidak setuju kerabat-kerabatnya kami minta bantuan ke mereka, kita lakukan pendekatan supaya mereka memahami dan segera pembebasan lahan, supaya cepat pembangunan," ungkapnya.

Baca Juga: Pengosongan Lahan Bandara Kulonprogo Tak Prosedural

Adapun biaya pembebasan lahan sendiri mencapai Rp4,1 triliun dengan luas tanah pembangunan bandara 587,3 hektare. Di mana dari total tersebut tinggal 1,85% yakni dari tanah warga yang tersisa untuk pembebasan lahan.

"Sebagian tanah ini dalam proses konsinyasi. Padahal warga tak perlu menunda-nunda. Saya sudah bilang kalau konsinyasi, dana yang dititip di pengadilan ini tidak akan berbunga, jadi mereka semakin lama tahan yah semakin rugi. Tanah yang diganti pun dengan angka yang sangat tinggi, kita kasih," tukasnya.

Sementara untuk anggaran senilai Rp4,1 triliun untuk pembebasan lahan, dikatakan Agus berasal dari dana internal Angkasa Pura I.

"Tanah ini (pembebasan lahan) anggaran AP I, dulu dari APBN. Ini supaya kita (AP I) lebih mandiri. Dana sudah siap, dana ada yang sudah diberikan dan ada yang masih di konsinyasi," pungkasnya.

(ulf)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini