JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan arahan kepada Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang ada di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan). Ada sebanyak 436 CPNS yang diberikan arahan dari 475 kuota yang diberikan BKN.
Dari data Kementan, dari total CPNS yang diterima, kategori cumlaude sebanyak 107 orang dari 112 kuota, kategori disabilitas sebanyak 6 orang dari 8 kuota, dari Papua sebanyak 8 orang dari 10 kuota dan kategori umum sebanyak 315 orang yang diterima dari 345 kuota.
Baca Juga: Gandeng Taspen, Kemenpan Ingin Bangun Rumah Khusus PNS
Dia menyatakan kepada CPNS yang ada bahwa berada pagi ini di Kementan artinya membuka lembaran baru. Dia mengharapkan semua pegawai Kementan, 15 tahun sejak hari ini bisa menjadi terbaik sehingga bisa membangun bangsa.
"Kita kampanyekan ke seluruh pelosok Tanah Air dan konglomerat di Indonesia rata-rata dicetak dari Pertanian. Satu, ada Indofood dari sektor pertanian, gudang garam dari pertanian," ungkapnya di Auditorium Kementan, Jakarta, Senin (29/1/2018).
Selain itu, dia juga menyatakan semua pegawai Kementan harus menjadi pegawai yang berguna serta menjunjung tinggi kejujuran. Bahkan pegawai yang teladan dikatakan bisa dengan mudah menjadi Menteri Pertanian.
Baca Juga: Struktur Baru Gaji PNS, Upaya Pemerintah Jaga APBN Agar Tidak Jebol
"Dia antara kalian ini nanti ada jadi Mentan, pasti bisa, tetapi camkan dari hari ini bahwa, aku ingin menjadi lebih baik. Kami ingin menjadi teladan, kami ingin dicontoh dan seterusnya," jelasnya.
Mentan Amran menjelaskan, cara mudah menjadi Mentan. Sangat sederhana dengan mengikuti semua aturan dan menjadi noneselon juga sangat mudah. Dua hal yang sangat berlawanan.
Baca Juga: Struktur Gaji PNS Baru: Malas-malasan Enggak Bisa Naik Gaji
"Anda mau jadi Menteri sederhana, jadi Dirjen sederhana, enggak sulit. Kerja baik, disiplin, jujur, loyal pada atasan, berintegritas, anti korupsi, selesai. Mau non-eselon sampai pensiun bisa juga, kalian tinggal malas, selalu terlambat, tidak loyal, kalau disuruh nanti-nanti, kemudian tidak jujur, sudah noneselon. Pilih mana?" tukasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)