Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Industri Karoseri Nasional Kesulitan Ekspor, Kok Bisa?

Koran SINDO , Jurnalis-Rabu, 31 Januari 2018 |13:22 WIB
Industri Karoseri Nasional Kesulitan Ekspor, <i>Kok</i> Bisa?
Ilustrasi: (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA – Kualitas produk yang dihasilkan industri karoseri nasional tak hanya diakui di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Para pelaku usaha karoseri nasional mengaku kesulitan melakukan ekspor walaupun ada permintaan luar negeri.

Ketua Umum Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) Sommy Lumadjeng mengatakan, salah satu kendala ekspor yang dialami para pelaku usaha karoseri adalah sasis yang berada di Indonesia tidak boleh diekspor, karena ada sales agreement territory dariprinciple agen pemegang merek (APM).

Baca Juga: 5 Tahun Ditangguhkan, Manggis Indonesia Akhirnya Tembus Pasar China

”Sasis yang di Indonesia tidak boleh diekspor karena sales agreement territory dari principle APM. Karena itu, perlu adanya campur tangan pemerintah. Ini salah satu kendala yang kami alami,” ujar Sommy, di sela acara Munas Askarindo di Jakarta.

Baca Juga: Ekspor Desember 2017 Capai USD14,79 Miliar

Selain itu, dia mengatakan, spesifikasi sasis yang ada di Indonesia juga belum tentu sesuai dengan spesifikasi sasis untuk global. Kondisi-kondisi tersebut, lanjutnya, merupakan contoh-contoh yang membuat pengiriman ke luar negeri oleh para pelaku usaha karoseri di dalam negeri belum akan banyak sepanjang tahun ini. Dia mengungkapkan, ekspor yang dilakukan oleh para pelaku usaha karoseri tidak terpisah dengan ekspor sasis kendaraan niaga atau tidak berdiri sendiri.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement