nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

43 Wilayah Kerja Migas Bakal Kembali Dilelang Pertengahan Februari

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 31 Januari 2018 16:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 31 320 1852731 43-wilayah-kerja-migas-bakal-kembali-dilelang-pertengahan-februari-va20ds3oym.jpg Foto: Lelang WK Migas (Yohana/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merencanakan akan melelang 43 Wilayah Kerja (WK) pada tahun 2018. Adapun 43 WK tersebut terdiri dari 40 WK konvensional serta 3 WK non-konvensional.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan, rencananya proses lelang dimulai pada pertengahan Februari.

"Di antara tanggal 15 Februari dan 20 Februari, pertengahan Februari dibuka lagi," katanya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (31/1/2018).

 Baca juga: Daftar 5 Pemenang WK Migas dengan Skema Gross Split

Adapun ke-43 ini nantinya akan dilelang akan menggunakan skema gross split (kontrak bagi hasil). Archandra mengatakan pihaknya akan mengevaluasi wilayah kerja migas untuk mengetahui yang paling memungkinkan untuk dilakukan pelelangan.

"Untuk itu, kita satu per satu kita evaluasi yang mana yang punya opportunity, kesempatan yang baik untuk diambil," jelasnya.

 Baca juga: Arcandra Minta Dunia Usaha Sabar Tunggu Kepastian PP Pajak Gross Split

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan lelang menggunakan skema gross split dikarenakan banyak perusahaan yang lebih menyukai dengan skema ini.

"Alasan skema gross split dipilih karena biaya operasi menjadi biaya kontraktor, kontraktor secara alami akan melakukan penghematan, penerimaan migas negara lebih pasti karena tidak terpengaruh cost recovery, serta birokrasi lebih efisien dan sederhana lantaran tidak ada proses persetujuan cost recovery oleh pemerintah," ujarnya beberapa waktu lalu.

 Baca juga: Gara-Gara Aturan Pajak Gross Split, Lelang 15 Wilayah Kerja Migas Molor Sampai 31 Desember 2017

Lebih lanjut Ego mengatakan, keempat puluh blok migas konvensional yang akan dilelang terdiri dari 25 WK yang tidak laku dalam lelang di tahun 2015 serta 2016. Dan 15 sisanya merupakan blok terminasi.

"40 WK terdiri atas penyiapan untuk 2018 atau ex lelang 2015 dan 2016 yang belum sempat diminati," jelasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini