nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peringatan Keras BI: Bitcoin Berbahaya dan Berisiko Tinggi

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 31 Januari 2018 20:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 31 320 1852881 peringatan-keras-bi-bitcoin-berbahaya-dan-berisiko-tinggi-DqkF4guw9k.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) terus menegaskan pelarangan bertransaksi menggunakan mata uang virtual atau cryptocurrency seperti bitcoin cs.

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Onny Widjanarko mengatakan, pelarangan ini sebagai bentuk BI mengantisipasi terjadinya kerugian akibat bitcoin cs.

Dia menjelaskan, ada banyak hal yang saat ini menunjukkan untuk segera mengantisipasi kelahiran mata uang virtual tersebut. Di antaranya seperti Facebook yang kini melakukan pelarangan situsnya ditumpanginya iklan mata uang virtual. Kemudian pernyataan New York Stock Commission Exhange pada 18 Januari lalu yang mengatakan Amerika Serikat tidak bisa mengakui virtual currency sebagai pembayaran yang sah.

"Perkembangan-perkembangan baru yang terjadi itu memang menjadi perhatian BI, karena dari stabilitas moneter kita aware sekali dengan bahayanya," ujar dia di Gedung BI, Jakarta, Rabu (31/1/2018).

 Baca juga: BI: Kajian Mata Uang Digital Selesai 2020

Lanjutnya, selain itu, Jepang yang melegalkan mata uang ini pun mengalami kerugian sebesar USD530 juta akibat di-hack, sehingga hal ini menimbulkan kerugian bagi pemilik mata uang tersebut tanpa ada kejelasan jaminan pengembalian uang.

"Kita enggak ingin hal seperti itu terjadi di Indonesia, kalau udah terjadi nanti orang susah. Kalau enggak ada yang mengingatkan bahayanya, saat kejadian nanti orang mau lari kemana," tambahnya.

Di sisi lain, Onny mengatakan penggelembungan (bubble) nilai mata uang bitcoin cs diantisipasi sejumlah bank, pasalnya berdampak besar pada stabilitas keuangan.

 Baca juga: BI Terbitkan Mata Uang Digital untuk Saingi Bitcoin?

Dia menjelaskan nilai yang terlalu tinggi ini dapat berisiko tinggi pada krisis ekonomi bila nilainya tiba-tiba bergerak jatuh. Pasalnya nilai tukar mata uang ini sangat fluktuatif, sehingga berpotensi merugikan konsumen.

"Dari sisi sistem stabilitas keuangan, kita tidak mau krisis itu terulang lagi karena ada bubble. Kalo terjadi krisis yang kena adalah masyarakat. Jadi kita memberi saran untuk hati-hati," ujarnya.

Dia mengakui pergerakan jumlah mata uang bitcoin cs. saat ini belum terlalu banyak, namun seiring waktu jumlahnya akan terus bertambah. Oleh sebab itu, kata dia, peringatan akan penggunaan mata uang ini harus diantisipasi sejak dini untuk menghindari risiko yang besar di kemudian hari.

"Kita jangan hanya nunggu sampai nanti ada banyak yang rugi. Lebih baik kita beri edukasi terlebih dahulu dengan bahaya dan risikonya," tukasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini