JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi sepanjang Januari 2018 hari ini. Inflasi awal tahun ini di proyeksi akan berada di kisaran 0,65% hingga 0,75%.
Artinya, inflasi bulan lalu bisa lebih rendah atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Diketahui sepanjang Desember 2017, inflasi tercatat sebesar 0,71% (mtm) dan untuk inflasi tahun ke tahun (year on year/yoy) 3,61%.
Baca Juga: BPS Didesak Ubah Metodologi Penghitungan Inflasi
"Penyumbang paling besar ada di volatile food khususnya harga beras di pasar tradisional yang naik 3,4% (mtm), dan cabai merah naik 7,74% (mtm)," ungkap Ekonom Indef Bhima Yudhistira kepada Okezone, Jakarta, Kamis (1/2/2018).
Selain itu, harga yang ditetapkan pemerintah (adminstered price) juga masih akan menjadi salah satu pendorong inflasi sepanjang bulan lalu. Di antaranya disebabkan oleh penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi baik Pertamax maupun Pertalite.
Baca Juga: Inflasi Januari 2018 Diprediksi Tembus 0,8%, Ini Analisanya
"Volatile food andil inflasi di Januari prediksinya 0,4% lebih tinggi dari Januari 2017 di 0,13%. Jika inflasi bulan Januari sudah 0,75% maka inflasi total hingga Desember 2018 diprediksi bisa lebih dari target 3,5% (yoy)," jelas dia.
Sementara itu, dia menilai tahun ini pemerintah harus lebih fokus pada pengendalian harga dan pasokan pangan untuk menjaga inflasi tetap stabil dan masih sesuai dengan prediksi hingga akhir tahun.
Baca Juga: BI: Inflasi Minggu Keempat Januari 0,73%
Dia juga berharap agar pemerintah tidak akan melalukan penyesuaian harga BBM bersubsidi dan Tarif Dasar Listrik (TDL) hingga akhir tahun, meskipun harga minyak mentah di atas asumsi pemerintah.
"Untuk jaga subsidi energi, beban ada di Pertamina dan PLN. Sebagai kompensasi Pemerintah bisa tambah PMN kedua BUMN penugasan itu," tukasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.