JAKARTA - Jerome Powell resmi ditunjuk oleh para senat Amerika Serikat menjadi pimpinan bank sentral (The Fed). Jerome Powell menggantikan Janet Yellen yang sebelumnya menjabat sebagai pimpinan the Fed selama 4 tahun setelah pada tahun 2014 lalu diangkat oleh Presiden Barack Obama.
Ditunjuknya Jerome Powell sebagai pimpinan bank sentral Amerika diperkirakan tidak akan berpengaruh terhadap perekonomian Amerika Serikat yang sedang dalam kondisi rebound. Pasalnya pasca terpilih Jerome tidak akan mengubah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Baca juga: Jerome Powell Jadi Bos Baru The Fed, Gubernur BI: Dia seperti Janet Yellen
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengaku, pemilihan Jerome Powell sebagai pimpinan the Fed bisa berdampak positif kepada Indonesia. Karena menurutnya, sosok Jerome Powell memiliki pandangan yang sama dengan kebijakan Janet Yellen.
"Positif kita sudah mengetahui cukup lama, bahwa jerome powel dipilih sebagai pengganti Jennet jellen. Kita liat Jerome Powel sebelumnya juga sudah jadi anggota dari komite FOMC dan kita juga ikuti selama ini pandangan dari Chairwoman keliatannya dia selaras," ujarnya saat ditemui di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (2/1/2018).
Baca juga: Janet Yellen: Tak Akan Ada Krisis Keuangan Selama Saya Hidup
Agus menambahkan, pihaknya juga telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi dengan dipilihnya. Hal tersebut agar meskipun ada pergantian namun tidak akan berpengaruh banyak terhadap perekonomian Indonesia.
"Jadi kita harapkan apa kebijakan khususnya komunikasi dari kebijakan akan dilakukan secara baik dan forward looking jadi kita bisa mengantisipasi, mendengar, dan bisa mengkaji dengan baik sehingga tidak ada kaget shock," ucapnya.
Baca juga: Gubernur BI: Kebijakan Janet Yellen Sangat Komunikatif
Lebih lanjut Agus mengatakan, pihaknya juga akan mencoba menjalin komunikasi dengan pimpinan baru the Fed tersebut. Sehingga pihaknya bisa menyesuaikan dengan kebijakan baru yang menjadi dari pimpinan baru the Fed.
"Market itu kalau seandainya mendapatkan informasi yang cukup itu bisa melakukan penyesuaiannya. Tapi jika seandainya ada yang tidak terkomunikasikan dengan baik, kemudian terjaid kebijakannya itu bisa membuat shock dan menyebabkan instability," jelasnya.
Seperti diketahui, Janet Yellen akan menyerahkan jabatannya sebagai Ketua The Fed dalam waktu dekat. Pasalnya, Jerome Powell mulai menjabat sebagai Ketua The Fed akhir pekan ini.
FOMC mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya dengan suara bulat memilih Powell sebagai ketua, efektif pada 3 Februari 2018. Dia diharapkan dilantik secara resmi sebagai Ketua Dewan Gubernur the Fed berikutnya pada Senin, 5 Februari 2018.
Powell, yang telah menjadi anggota Dewan Gubernur Fed sejak 2012, dinominasikan oleh Presiden Donald Trump pada November untuk menggantikan Yellen. Dia akan menjadi Ketua Fed pertama tanpa gelar Ph.D. di bidang ekonomi sejak tahun 1980-an.
Mengutip dari Washington Post, Powell merupakan orang dari Partai Republik, sama dengan partainya Trump. Dia merupakan mantan eksekutif di Carlyle Group, salah satu lembaga keuangan yang bermarkas di Washington.
Setelah keluar dari Carlyle, alumnus Princeton University itu pada 2010 masuk ke Pusat Kebijakan Bipartisan, sebuah lembaga think tank di Washington. Pada 25 Mei 2012, dia diminta oleh Barack Obama untuk menjadi anggota Dewan Gubernur Federal Reserve. "Jadi dia adalah orang yang tepat di saat yang tepat," ujar Presiden Pusat Kebijakan Bipartisan Jason Grumet, mengomentari penunjukkan Powell.
Menurut Jason, Powell akan membawa sebuah presentasi yang faktual ke Capitol Hill yang memungkinkannya menjadi efektif. Dan hal ini dianggap tepat untuk memimpin puncak ekonomi Amerika Serikat.Pria kelahiran Washington DC pada 4 Februari 1953 ini, dipercaya akan bisa menyetir The Fed. Meski sejatinya Powell seorang pengacara bukan ekonom PhD seperti Yellen dan dua pemegang jabatan sebelumnya, yakni Ben Bernanke dan Alan Greenspan. Tetapi rekan-rekannya di The Fed mengatakan dia orang yang cepat belajar.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.