Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Keran Tenaga TI Asing Dibuka Lebar

Koran SINDO , Jurnalis-Jum'at, 02 Februari 2018 |10:12 WIB
Keran Tenaga TI Asing Dibuka Lebar
Foto: Koran SINDO
A
A
A

JAKARTA – Indonesia segera akan menjadi sasaran para profesional teknologi informasi (TI) dunia untuk mengembangkan karier. Hal ini karena pemerintah membuka peluang mereka untuk masuk pasar kerja di Tanah Air.

Langkah ini diambil sebagai solusi kurangnya tenaga kerja profesional yang dibutuhkan untuk mendukung ekonomi digital yang saat ini tengah berkembang pesat. Di sisi lain, pemerintah juga tengah berupaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berbakat di sektor tersebut. Namun langkah instan yang diambil pemerintah itu menuai kritik dari kalangan profesional TI.

Baca Juga: Honor Tenaga Kontrak Terancam Tak Dibayar

Mereka menyebut talenta bidang TI jebolan dari universitas terkemuka di negeri ini sangat banyak. Mereka mengingatkan bahwa masalah muncul karena kebanyakan vendor di bidang TI merupakan perusahaan asing sehingga mereka lebih senang mendatangkan tenaga kerja dari negara masing-masing. Kebijakan membuka keran bagi profesional TI disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Dia mengungkapkan, talenta sektor ekonomi digital seperti e-commerce di Tanah Air agak sulit didapat. Menurut dia, jumlah tenaga kerja di sektor tersebut juga masih sangat rendah. Di sisi lain jika harus mengandalkan tenaga kerja dalam negeri, perlu waktu untuk mendidiknya menjadi tenaga profesional.

Baca Juga: Sandiaga: 60.000 Lapangan Kerja Baru Tersedia di Sektor Properti

“Kita akan mempermudah masuknya tenaga kerja asing yang memang menguasai bidang-bidang keahlian tertentu, terutama e-commerce, secara spesifik,” ujarnya di Jakarta kemarin. Darmin menuturkan, selama ini banyak tenaga kerja asi ng yang mengeluhkan sulitnya mendapat izin tinggal. Untuk itu pemerintah akan memberikan kemudahan agar tenaga kerja asing bisa tertarik.

“Ini mendesak. Pemerintah juga akan memberikan insentif kepada tenaga Indonesia yang diaspora. Selain itu juga mengembangkan pendidikannya. Jadi komplet,” tuturnya. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto membenarkan ekonomi digital membutuhkan tenaga kerja yang ahli di bidang khusus seperti statistik dan coding .

Karena itu dia mendorong generasi muda untuk menguasai statistik dan coding . ”Jadi kalau digital ekonomi itu tidak hanya didominasi mereka yang sekolah teknologi informasi. Tapi karena dianggap ekonomi digital, maka harus memberi solusi, solusi kesehatan, ekonomi, segala macam se hingga pendidikan coding dan analisis itu diajarkan di semua sektor,” tuturnya.

Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf menilai positif langkah pemerintah mendatangkan tenaga profesional TI asing. Namun dia berharap langkah tersebut tetap memperhatikan aturan penggunaan tenaga kerja asing (TKA). Politikus Demokrat ini juga meminta pemerintah tetap melakukan pengawasan.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement