nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PLTB Tolo Jeneponto Hasilkan Listrik 72 Mw, Beroperasi Juni

Prayudha, Jurnalis · Jum'at 02 Februari 2018 12:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 02 320 1853681 pltb-tolo-jeneponto-hasilkan-listrik-72-mw-beroperasi-juni-SliBrgs5u9.jpg Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)

MAKASSAR - Selain pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) Sidrap, Sulawesi Selatan juga akan memiliki PLTB di Kabupaten Jeneponto dan beroperasi Juni mendatang. 

PLTB yang akan dibangun yaitu PLTB Tolo 1 di Kampung Lengke-Lengkese, Kecamatan Binamu, Jeneponto dibangun oleh Equis Energy PT Energi Bayu Jeneponto. Dengan kapasitas 72 megawatt (mw).

Nilai investasi sebesar USD160,7 juta, dengan memanfaatkan lahan 60 hektar dengan masa pengerjaan dua tahun. 

Baca Juga: Pembangkit Listrik Tua Berkapasitas 200 Mw Bakal Diganti Jadi 1.000 Mw

Pimpinan PT Energi Bayu Jeneponto datang menemui Gubernur Sulsel di Ruang Kerja Kantor Gubernur,  Kamis 1 Februari 2018.

Managing Director Technical Services Equis Energy Daniel Astbury menjelaskan, hingga saat ini progres pembangunan secara keseluruhan sebesar 58,2% dengan target penyelesaian 15 Juni mendatang. Saat ini memasuki tahap pemasangan tiang dan turbin. Proses pengerjaan fondasinya sudah hampir rampung.

Adapun perusahaan akan membangun 20 turbin angin tipe SWT-3.6-130 setinggi 138 meter, dengan tinggi total pembangkit 198 meter, dengan kapasitas masing-masingnya 3,6 MW. Sementara panjang kincir mencapai 64 meter dengan berat 17 ton. 

Baca Juga: Pembangunan PLTB Sidrap 75 Mw Sudah Capai 90%

"Ada 20 set, tiangnya dari China dan turbinnya dari Denmark. Sepuluh set sudah ada di Makassar dan akan diangkut dengan truk sepanjang 74 meter.  Setiap turbin memiliki tiga baling-baling," kata Daniel. 

Untuk mengangkut komponen turbin dari pelabuhan Soekarno Hatta ke lokasi pembangunan di Jeneponto, dibuat jalan baru sepanjang 14 km dengan lebar 5-8 meter.

Diharapkan PLTB ini bisa mulai menghasilkan listrik pada tahun ini. Pembangkit ini akan terhubung ke jaringan energi Indonesia melalui gardu lokal dan jalur transmisi 150 kilovolt (kV).

Baca Juga: Menteri BUMN Tinjau Pembangkit Listrik Tenaga Angin Terbesar di Asia Tenggara

Proses pengangkutan saat arus lalu lintas mulai sepi, pukul 22.30 hingga pukul 05.00 wita. Diangkut dari container yard Pelabuhan Soekarno Hatta, Jl Nusantara- Jl Tol Reformasi, Fly Over, Jl AP Pettarani, ke selatan Jl Sultan Alauddin, dan melintas di poros Gowa- Jeneponto.

Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo yang mendapatkan penjelasan dari mereka sangat senang karena dengan hadirnya PLTB ini akan menambah pasokan listrik ke masyarakat sehingga akan menghasilkan peradaban baru. 

"Hadirnya PLTB ini bukan hanya membangun proyek,  tetapi membangun peradaban baru.  Harapan saya energi bayu ini juga sampai Takalar bahkan Selayar jadi saya akan bicara juga dengan PLN," sebutnya. 

Infrastruktur tenaga angin ini dikarenakan rendah biaya perawatan, sehingga dianggap cocok untuk Sulsel. 

"Di pikiran saya, listrik yang ada di Sulsel listrik murah, seperti tenaga bayu ini, agar masyarakat mendapatkan manfaat," pungkas Syahrul YL.

Sementara itu, Komisaris PT. Energi Bayu Energi Jeneponto Hamid Awaluddin mengatakan bahwa salah satu manfaat dari pembangunan PLTB ini akan menjadi objek wisata. 

"Lokasi turbin ini bisa menjadi objek wisata, orang bisa datang berfoto. Secara ekonomis rakyat akan mendapatkan manfaatnya. Di Belanda lebih rendah saja orang datang,  apalagi ini lebih tinggi. Ini memotong sawah,  nanti Jeneponto akan mudah dilihat," ujar mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

1 / 2
GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini