Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mendag Turunkan Target Pertumbuhan Ekspor 2018 Jadi 11%

Feby Novalius , Jurnalis-Jum'at, 02 Februari 2018 |20:47 WIB
Mendag Turunkan Target Pertumbuhan Ekspor 2018 Jadi 11%
(Foto: Lidya/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah targetkan pertumbuhan ekspor 2018 sebesar 11% atau lebih tinggi dari target 2017 sebesar 5,6%. Hal ini menjadi salah satu poin kesimpulan dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, tahun ini Kemendag targetkan selesaikan perjanjian perdagangan untuk dapat investasi langsung atau foreign direct investment (FDI) sebanyak 10 perjanjian. Meski rasa perjanjian perdagangan baru bisa diketahui dampaknya satu tahun kemudian, hal ini menjadi salah satu pendorong untuk target pertumbuhan ekspor.

"Untuk tahun ini target ekspor kita 2017 5,6% realisasinya mencapai 16,2%. Untuk 2018 hasil kesepakatan terjadi proses semua mulai target semua orang tarik diri serendah-rendahnya 5%-7%, tapi kalau itu hanya untuk asumsi makro pertumbuhan ekonomi sebanyak 5,3%," ujarnya di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat (2/2/2018).

 Baca juga: Ekspor Nonmigas 2018 Ditargetkan Capai 7%

Enggar melanjutkan, dengan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi dunia yang menunjukan arah perbaikan dan pendekatan realisasinya perjanjian perdagangan serta imbal dagang (counter trade) maka target pertumbuhan ekspor pun dinaikan.

"Dengan demikian maka kami yakin saya taruh target pertumbuhan ekspor kita 11%, sebenarnya ingin di atas 13%, tapi ada muka kurang senang dan kurang bersahabat jadi kita turunkan 11%," imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengevaluasi kinerja perdagangan Indonesia dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) yang ada di luar negeri. Bahkan, dia meminta perdagangan dan ITPC) yang tidak produktif untuk ditutup.

  Baca juga: Tom Lembong: Kunci Dongkrak Ekspor adalah Investasi

Dia mengatakan, bertahun-tahun Indonesia memiliki ITPC di luar negeri. Namun, kinerja ekspor masih tetap saja belum melonjak drastis

ITPC apa bertahun-tahun kita memiliki ITPC apa yang dilakukan? Apa mau kita terus teruskan? Kala saya ndak. Saya lihat enggak ada manfaat ya saya tutup kalau saya," tuturnya.

 Baca juga: Ekspor RI Kalah, Ini Saran Menteri Bambang untuk Mendag

Apalagi, lanjut Jokowi, negara telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mendirikan dan menggaji para atase perdagangan tersebut. Sementara, kinerja justru tidak memuaskan

Untuk diketahui, Ekspor Indonesia sepanjang 2017 hanya mencapai USD145 miliar yang artinya masih kalah dari Thailand mencapai USD231 miliar, Malaysia sebesar USD184 miliar dan Vietnam sebesar USD160 miliar.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement