nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gaji PNS Akan Dipotong untuk Zakat

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 05 Februari 2018 08:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 05 320 1854705 gaji-pns-akan-dipotong-untuk-zakat-5fBiNLZx6P.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

Daerah Dukung

Sejumlah daerah mendukung rencana pemerintah memungut otomatis zakat para ASN. Mereka juga rata-rata sudah menyiapkan beragam program untuk mendukungnya. Di Kabupaten Sleman, DIY, misalnya, saat ini dana pengumpukan zakat dari ASN baru terkumpul Rp2,7 miliar per tahun. Padahal potensinya mencapai Rp7 miliar per tahun. Jumlah ASN Sleman yang wajib membayar zakat ada 12.000 orang.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan untuk mengoptimalkan potensi zakat profesi ASN itu, selain dengan jemput bola juga meminta kepada Baznas terus melakukan sosialisasi tentang pentingnya zakat ini bagi ASN.

Dengan langkah tersebut, bukan hanya akan meningkatkan pengumpulan zakat, namun juga membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan warga. “Ini penting sebab masih banyak warga Sleman yang masuk kategori d bawah garis kemiskinan,” kata Sri Purnomo.

Sri Purnomo menjelaskan, secara persentase angka penduduk miskin di Sleman masih cukup tinggi, yakni di atas 10% dari jumlah penduduk Sleman. Tercatat tahun 2017 ada 38.873 kepala keluarga (KK) atau 10,60% dari jumlah KK masuk kategori miskin dan 71.791 KK atau 19,58% dari jumlah KK di Sleman masuk kategori rentan miskin.

Ketua Badan Amil Zakat Nasinal (Baznas) Kabupaten Sleman Kriswanto menambahkan meski belum dapat secara optimal dalam mengali zakat profesi ASN, namun penerimaan terus

meningkat. Tahun 2016 dapat mengumpulkan Rp2,5 miliar dan tahun 2017 menjadi Rp2,7 miliar. Karena itu melalui program zakat panutan ini diharapkan kesadaraan ASN yang beragama Islam dalam membayar zakat profesi akan terus meningkat.

Di Kotamobagu, Sulawesi Utara, berbagai inovasi juga terus dikembangkan pemerintah kota setempat agar dana zakat yang terhimpun bisa besar. Langkah pemkot antara lain dengan membuka zakat online.

Ketua Baznas Kotamobagu Rusdin Bonde usdin menjelaskan, program zakat online memberikan banyak kemudahan bagi wajib zakat ada di wilayah ini.

“Nantinya setelah menyetorkan zakat, setiap penyetor akan mendapatkan Nomor Pokok Wajib Zakat (NPWZ). NPWZ ini dapat diperhitungkan sebagai pengurang penghasilan kena pajak (PKP) sesuai amanat UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pajak Penghasilan,” terangnya.

Ketua Baznas Sulut Abid Takalamingan mengungkapkan, Kota Kotamobagu merupakan daerah pertama se-Sulut yang mencanangkan Gerakan Kebangkitan Zakat.

“Kotamobagu punya andil cukup besar dalam menerapkan pencanangan Gerakan Kebangkitan Zakat di Sulut. Ini tidak lepas dukungan dari pemerintah kota dan kepala daerahnya,” sebut Abid.

Walikota Tatong Bara juga berharap, lewat Gerakan Kebangkitan Zakat dapat memberikan manfaat kepada penerima zakat yang ada di Kotamobagu. Dengan memberikan zakat, masyarakat turut membantu sesama saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag M Fuad Nasar menjelaskan pertumbuhan perzakatan nasional sepanjang 2017 mengalami tren positif. Akumulasi rata-rata pengumpulan zakat, infak, sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) secara nasional pada Baznas pusat, Baznas provinsi, Baznas kabupaten/kota dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) naik sebesar 20% dari tahun 2016.

“Pembayaran lewat layanan digital mencapai 30 persen dari keseluruhan penerimaan zakat. Jadi dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan zakat melampaui angka pertumbuhan ekonomi di negara kita saat ini,” ujarnya. (Iskandar Zulkarnain Ahmad/Priyo Setyawan/Hakim)

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini