Wapres JK Inginkan Cengkeh dan Pala Kembali Berjaya di Maluku

ant, Jurnalis · Senin 05 Februari 2018 15:33 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 05 320 1854934 wapres-jk-inginkan-cengkeh-dan-pala-kembali-berjaya-di-maluku-cXm75OwCTf.jpg Wapres Jusuf Kalla. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap Universitas Pattimura di Ambon, Maluku untuk mengembangkan sumber daya lokal yang salah satunya adalah menanam kembali cengkeh dan pala.

Rektor Universitas Pattimura Marthinus Johanes Saptenno di Kantor Wakil Presiden Jakarta, mengatakan Wapres menginginkan Universitas tersebut dapat mendorong dan menumbuhkan perekonomian di Provinsi Maluku.

"Tadi Pak Wapres berpesan bahwa universitas negeri harus diupayakan berkembang menjadi lembaga yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Dan beliau menyarankan supaya kami kembali menghidupkan potensi yang pernah ada di Maluku seperti cengkeh dan pala, itu harus kami kembangkan lagi," kata Marthinus usai bertemu Wapres Kalla di Jakarta, Senin (5/2/2018).

Baca Juga: JK Tak Khawatir Ada Kerusuhan di Tahun Politik, Ekonomi Diproyeksi Stabil

Potensi sumber daya alam cengkeh, pala dan kayu putih di kawasan Maluku semakin menipis, sehingga perlu dilakukan penanaman kembali tiga tanaman komoditi utama daerah tersebut.

Universitas, sebagai tempat pengelola teknologi, diharapkan dapat mengembangkan inovasi dan teknologi supaya masyarakat daerah dapat memproduksi komoditi dengan kualitas baik.

"Potensi cengkeh, pala dan kayu putih itu semakin hari semakin habis, maka diupayakan supaya wilayah Maluku itu ditanami cengkeh dan pala lagi sebagaimana dulu bangsa Barat datang ke Maluku untuk mencari rempah-rempah," jelasnya.

Oleh karena itu, Universitas Pattimura bersama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengembangkan teknologi bersama guna meningkatkan produksi potensi lokal.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Jumain Appe mengatakan pihaknya mendorong Universitas untuk menciptakan teknologi pengolahan hasil tanaman cengkeh, pala dan kayu putih menjadi produk bahan baku setengah jadi atau intermediate product.

Baca Juga: Ekonomi Tak Capai Target, JK: Jangan Kambinghitamkan Komoditas Lagi

"Kita tahu 93% bahan baku obat dan kosmetik itu impor, padahal kita punya bahan baku banyak, karena itu, kita perlu mengembangkan teknologi yang bisa mengubah sumber daya alam ini dari bahan baku menjadi intermediate product," jelasnya.

Jumain berharap pengembangan teknologi tersebut dapat berlangsung terus menerus sehingga masyarakat di Maluku dapat mengembangkan komoditas yang dahulu pernah membawa daerah mereka berjaya.

"Kita harus melakukan proses ini secara berkelanjutan. Jangan membuat Ambon mengembangkan komoditas yang sebenarnya kejayaannya tidak dari situ dan tidak bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Jumain.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini