Share

Ekonomi RI Tumbuh 5,07%, Kemenkeu: Nomor 3 Setelah China dan India

ant, Jurnalis · Rabu 07 Februari 2018 11:07 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 07 20 1855910 ekonomi-ri-tumbuh-5-07-kemenkeu-nomor-3-setelah-china-dan-india-kJDTjGEEDJ.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengharapkan sektor investasi maupun ekspor dan impor dapat berkinerja optimal dan meneruskan pencapaian positif untuk tumbuh pada 2018.

"Kita harapkan investasi dan ekspor impor bisa terus tumbuh di 2018," kata Suahasil saat ditemui seusai mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Selasa 7 Februari 2018 malam.

Baca juga: Presiden Jokowi dan Wapres JK Makan Siang Bahas 3 Hal

Suahasil mengatakan, kinerja investasi yang tumbuh sebesar 6,15% dan ekspor yang tumbuh sebesar 9,09% pada 2017 bisa menjadi pondasi untuk memicu pertumbuhan ekonomi pada 2018.

"Kalau investasi tumbuh pesat, ekspor dan impor juga tumbuh pesat, artinya kegiatan ekonomi mulai bergulir," jelasnya.

Dia menambahkan sektor investasi dan ekspor yang tumbuh positif itu bisa memberikan dampak kepada peningkatan kinerja konsumsi rumah tangga yang sepanjang 2017 hanya tumbuh pada kisaran 4,95%.

"Kalau kegiatan ekonomi mulai berjalan, pasti ada sebagian dari proses investasi maupun ekspor impor menjadi pendapatan pekerja, yang berimbas kepada naiknya konsumsi rumah tangga," kata Suahasil.

 Baca juga: Jaga Konsumsi Masyarakat, Sri Mulyani: Investasi Harus Tumbuh di Atas 7%

Untuk itu, dia optimistis konsumsi rumah tangga di 2018 bisa meningkat diatas lima persen, seiring dengan potensi meningkatnya kegiatan ekonomi karena membaiknya daya beli masyarakat.

Terkait pencapaian pertumbuhan ekonomi 2017 sebesar 5,07%, Suahasil mengatakan angka tersebut tidak terlalu meleset dari proyeksi 5,2% dan merupakan terbaik ketiga di antara negara G20.

"Angka 5,1% ini cukup membahagiakan dan kita cukup comfortable, kalau dibandingkan secara internasional sudah cukup tinggi. Kita nomor tiga sesudah China dan India," ujarnya.

 Baca juga: Asian Games dan Pilkada Diharapkan Topang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi ini, tambah dia, pemerintah bersama dengan otoritas moneter akan terus bersinergi dalam menjaga fundamental ekonomi makro.

Pemerintah juga terus mendorong pertumbuhan sektor riil dan industri manufaktur, melalui deregulasi perizinan dan berbagai kemudahan lainnya, agar hambatan dalam berusaha mulai berkurang.

"Kita harapkan ini dilihat terus oleh dunia internasional baik oleh lembaga pemeringkat, investor atau lembaga multilateral yang lain, yang secara berkelanjutan terus memperhatikan Indonesia," kata Suahasil.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini