Image

Laba BTN Naik 15,59% Jadi Rp3,02 Triliun pada 2017

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 15:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 13 278 1858902 laba-btn-naik-15-59-jadi-rp3-02-triliun-pada-2017-O186xarAWX.jpg Foto: Yohana/Okezone

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BTN) membukukan laba bersih pada 2017 mencapai Rp3,02 triliun. Angka ini meningkat 15,59% secara tahunan (year on year/yoy) dari  2016 yang sebesar Rp2,61 triliun.

Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan, capaian laba bersih tersebut ditopang penumbuhan kredit yang melaju di level 21,01% sepanjang 2017.

"Pertumbuhan kredit tercatat berada di atas rata-rata industri perbankan nasional yang hanya tumbuh di level 8,2% yoy," ujar dia dalam Paparan Kinerja Bank BTN 2017 di Menara BTN, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Baca Juga: BTN Sudah Salurkan Kredit Rp437 Triliun Selama 68 Tahun Berdiri

Dia mengatakan, saluran kredit terdiri dari Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar Rp144,58 trliun tumbuh 23,26% dari tahun 2016 senilai Rp117,3 triliun. Angka ini lebih tinggi dari pertumbuhan kredit industri sebesar 11,4%.

Dia menyebutkan, KPR Subsidi tumbuh  32,45% yoy senilai Rp75,27 triliun dari tahun sebelumnya Rp56,83 triliun. Sedangkan, KPR Non-Subsidi juga tercatat naik 14,62% yoy sebesar Rp69,3 triliun dibanding tahun 2016 senilai Rp60,46 triliun.

Kemudian, kredit konstruksi Bank BTN naik 18,98% yoy dari Rp21,92 triliun  menjadi Rp26,08 triliun di 2017. sedangkan kredit perumahan Iainnya tercatat senilai Rp8,56 triliun pada

"Dengan penyaluran tersebut, Bank BTN juga tercatat masih menguasai pasar KPR di Indonesia dengan pangsa sebesar 36,3%. Kemudian, di segmen KPR Subsidi, Bank BTN mengusai pangsa pasar sebesar 95,42%," ucapnya.

Baca Juga: Incar Aset Rp500 Triliun, BTN Rampungkan Transformasi Digital Banking

Sedangkan untuk kredit non-perumahan, menunjukkan kenaikan sebesar 19,78% yoy, menjadi Rp19,76 triliun dari Rp16,49 triliun di 2016.

"Kenaikan tersebut ditopang peningkatan kredit konsumer sebesar 1,59% yoy menjadi Rp4.81 triliun dan kredit komersial sebesar 27,12% yoy menjadi Rp14,95 triliun pada akhir 2017," ungkapnya.

Laju positif penyaluran kredit juga diikuti  rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NFL) nett Bank BTN yang turun ke level 1,66% dari 1,85% di tahun sebelumnya. Adapun untuk NPL gross perseroan tercatat hanya sebesar 2,66% atau turun dari 2,84% di 2016.

"Penyaluran kredit juga turut meningkatkan aset Bank BTN sebesar 22,04% yoy dari Rp214,16 triliun menjadi Rp261,36 triliun pada akhir 2017," kata Maryono.

Baca Juga: BTN Targetkan Rp5 Triliun dari Kreditur Baru di IPEX 2018

Adapun untuk, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat mencapai Rp192,951riliun. Perolehan tersebut naik 20,45% yoy dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp160,19 triliun. Ini lebih tinggi dari  pertumbuhan DPK industri sebesar 8,3%.

Maryono mengungkapkan, kenaikan DPK  ditopang pertumbuhan giro sebesar 19,21%, tabungan 17,57%, dan deposito yang tumbuh sebesar 22,42% yoy.

"Dari kinerja fungsi intermediasi Bank BTN tersebut menyumbang pertumbuhan penyaluran bunga bersih perseroan sebesar 14,45% yoy dari Rp8,25 triliun menjadi Rp9,44 triliun pada di 2017. Pendapatan bunga bersih pun turut mengerek naik laba bersih Bank BTN sebesar 15,59% yoy menjadi Rp3,02 triliun," bebernya.

BTN Bidik Laba Bersih Tumbuh 25% di 2018

PT Bank Tabungan Negara (BTN) membidik laba bersih di 2018 tumbuh lebih dari 25% dari tahun sebelumnya (year on year/yoy). Target ini meningkat signifikan dari realiasi pertumbuhan laba bersih di 2017 yang mencapai 15,59% yoy. Adapun capaian laba bersih Bank BTN  tercatat Rp3,02 triliun di 2017.

Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan, perseoran juga targetkan pertumbuhan kredit bisa mencapai 24% yoy dari tahun 2017 yang tumbuh sebesar 21,01% yoy.

"Target bisnis 2018 kita itu untuk kredit bisa tumbuh 22%-24% yoy," ungkap Maryono.

Adapun untuk tahun 2017 sendiri, realiasi penyaluran kredit bank pemerintah ini tercatat Rp198,99 triliun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp164,44 triliun.

Lebih lanjut, dia menyebutkan, untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) ditargetkan bisa tumbuh 19%-22% yoy di tahun 2018. Target ini lebih tinggi dari realiasi pertumbuhan DPK di 2017 mencapai 20,45% senilai Rp192,95 triliun. Selain itu, ditargetkan pertumbuhan ekuitas pada 2018 sebesar 16%-19% yoy.

"Kita juga bidik di 2018 aset bisa tumbuh berkisar 17%-20% yoy. Serta pinjaman tumbuhan sebesar 22%-24%," ungkapnya.

Adapun aset Bank BTN di 2017 tercatat tumbuh 22,04% yoy sebesar Rp261,36 triliun dari sebelumnya Rp214,16 triliun.

Dirinya mengaku optimistis untuk bisa mencapai semua target bisnis perseroan yang dipimpinnya. Menurutnya, ini akan ditopang sektor properti yang diprediksi menunjukkan pergerakan positif di 2018.

"Ini karena ditopang angka kebutuhan rumah yang masih tinggi serta pertumbuhan ekonomi yang membaik disumbang pesta demokrasi dan ajang olahraga internasional Asian Games 2018," pungkasnya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini