GM Tutup Pabrik di Korea Selatan, Puluhan Ribuan Pekerja Terancam PHK

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 15:57 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 13 320 1858949 gm-tutup-pabrik-di-korea-selatan-puluhan-ribuan-pekerja-terancam-phk-1MdFQYxfzg.jpg Ilustrasi Pabrik Mobil. (Foto: Reuters)

JAKARTA - General Motors (GM) berencana menutup salah satu dari empat pabriknya di Korea Selatan. Penutupan pabrik ini diperkirakan akan membuat GM rugi USD850 juta, sebagai bagian dari restrukturisasi bisnis money-lose di ekonomi keempat terbesar di Asia.

Pembuat mobil asal Amerika Serikat (AS) tersebut mengatakan akan menutup operasi pabrik di Korea Selatan yang tersisa dalam beberapa minggu, di tengah pembicaraan yang sedang berlangsung dengan pemerintah dan serikat pekerja, tentang bagaimana mengurangi biaya dan membuat bisnis tersebut menguntungkan.

Melansir Reuters, Selasa (13/2/2018), Presiden GM Dan Ammann mengatakan, langkah ini merupakan langkah terakhir dalam serangkaian upaya untuk memperoleh keuntungan dan inovasi menjelang penjualan. Sejak 2015 GM telah keluar dari pasar yang tidak menguntungkan termasuk Eropa, Australia, Afrika Selatan dan Rusia.

Namun, untuk keluat dari Korea GM membutuhkan dana sekira USD850 juta untuk restrukturisasi, termasuk USD375 juta dalam bentuk tunai terkait dengan gaji karyawan. Sebagian besar keuangan tersebut akan dikeluarkan pada akhir kuartal kedua.

Korea Selatan telah bertahun-tahun menjadi pusat ekspor berbiaya rendah untuk GM, menghasilkan hampir seperlima dari output globalnya pada puncaknya. Tapi kenaikan tajam biaya tenaga kerja, melemahnya permintaan sedan, yang diproduksi oleh GM Korea, dan investasi besar di negara tetangga China melukai daya saing bisnis Korea Selatan.

Penutupan pabrik merupakan bagian dari restrukturisasi bisnis Asia yang lebih luas. GM Korea pun membukukan kerugian bersih sebesar 1,9 triliun won (USD1,8 miliar) antara tahun 2014 dan 2016.

Dalam beberapa tahun terakhir, GM berhenti berproduksi di Australia dan Indonesia, dan secara signifikan merestrukturisasi operasi Thailand. Mereka juga mengurangi penjualan mobil di India, dan mengubah fasilitas manufakturnya menjadi pusat ekspor.

Keputusan pembuat mobil untuk keluar dari pasar lain yang tidak menguntungkan telah memperburuk masalah bagi GM Korea, yang digunakan untuk membangun banyak model Chevrolet GM yang pernah ditawarkan di Eropa. Penurunan penjualan mobil kecil di Amerika Serikat juga telah melukai permintaan Chevrolet buatan Korea.

Langkah pertama dalam rencana restrukturisasi Korea Selatan adalah penutupan pabrik GM di Gunsan, sebelah barat daya Seoul, yang mempekerjakan 2.000 tenaga kerja. Adapun total tenaga kerja di GM Korea Selatan diperkirakan mencapai 16.000 orang.

Pabrik tersebut membuat sekira 20% dari kapasitas produksi penuhnya tahun lalu. Tiga pabrik perakitan mobil lainnya di Korea Selatan telah membuat 485.403 kendaraan pada 2017. GM menjual kendaraan merek Chevrolet dan Cadillac di Korea, dan lebih dari separuh kendaraan yang dibangun oleh pabrik GM di Korea diekspor.

Seorang pejabat GM Korea mengatakan bahwa perusahaan tersebut berencana untuk memulai program pensiun sukarela untuk semua pekerjanya, tidak hanya di Gunsan.

Ammann mengatakan, keputusan investasi pada model baru pada sisa pabrik Korea Selatan, akan bergantung pada kemauan pemerintah untuk menawarkan insentif atau persetujuan serikat pekerja untuk memotong biaya tenaga kerja.

Saat ini, Bank pembangunan pemerintah Korea Selatan memiliki 17%saham di GM Korea. Pembuat mobil Detroit memiliki 77% operasi sementara mitra utama GM China, SAIC Motor Corp, menguasai 6%.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini