nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BPS Batal Rilis Data E-Commerce di Februari 2018, Apa Alasannya?

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 16:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 14 320 1859540 bps-batal-rilis-data-e-commerce-di-februari-2018-apa-alasannya-qWq7s50KxM.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengundur waktu perilisan data transaksi perdagangan online (e-commerce) yang rencananya dilakukan Februari 2018. Hal ini karena masih banyak yang harus dilakukan dan data yang dimiliki BPS juga belum lengkap.

"Oh enggak bisa (Februari). Belum, masih perjalanan panjang," ungkap Kepala BPS Kecuk Suhariyanto, Rabu (14/2/2018).

 Baca juga: Aturan E-Commerce Digodok 2 Kementerian

Kecuk menyebutkan, masih banyak yang harus dilakukan karena ini untuk pertama kalinya data e-commerce direkam. Dia menilai masih perlu melakukan pendekatan yang lebih lagi kepada para pelaku usaha untuk menyadarkan mereka bahwa data e-commerce tidak hanya penting bagi pemerintah tapi juga buat mereka supaya bisa merancang seperti apa konsepnya.

"Pokoknya masih banyak, kita perlu sosialisasi yang lebih supaya mereka bisa berpartisipasi," jelasnya.

Kecuk menyebutkan, hingga saat ini masih sulit untuk mengumpulkan penjualan dari pelaku usaha meskipun pihaknya sudah bekerja sama dengan asosiasi e-commerce seperti iDEA. Karena iDEA hanya bisa memberikan daftar list perusahaan tapi tidak bisa untuk transaksi sehingga harus melakukan pendekatan lebih lagi kepada pelaku usaha.

"Jumlah perusahaan kan kalau kita ke iDEA mereka udah punya list dari pelaku e-commerce. Yang kami mau adalah total omzet, transaksi, nanti kan kita bisa tahu jenis barang apa saja yang diminati oleh konsumen itu. Kalau dilihat sekarang itu kan barang-barang yang berkaitan dengan traveling, beli tiket, pesen hotel, dan sebagainya. Kalau pun kita ngomong barang mungkin handphone, jam tangan," jelasnya.

 Baca juga: Rudiantara: Jualan di Facebook dan Instagram Akan Diberi Keringanan

Hal ini juga penting untuk pelaku usaha karena nati akan diteliti juga pergeseran preferensi konsumen yang akan berguna bagi pelaku usaha untuk melihat barang yang diminati.

"Makanya tidak mungkin kami publish Februari, masih perlu banyak lah. Tapi BPS enggak sendiri, kami dengan Kemenko Perekonomian saling bantu dan teman-teman iDEA. Masih perlu waktu lah," tukas Kecuk.

Seperti diketahui, sebelumnya Kecuk mengatakan proses perekaman data e-commerce rencananya akan dimulai pada Januari 2018 dan hasil perhitungan diharapkan keluar sebulan setelahnya yakni Februari 2018.

Adapun dalam perekaman ini para pelaku e-commerce akan diklasifikasikan ke dalam 9 kategori, yaitu marketplace atau e-retail, classified horizontal, classified vertical, travel, transportasi, specialty store, daily deals, logistik, payment.

Sedangkan data yang akan direkam yakni omzet, investasi asing dan lokal, transaksi, metode pembayaran, tenaga kerja serta teknologi dalam sebuah e-commerce.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini